Web Designer
Ditulis oleh Alisatul Aini, Penulis • Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2026

Contoh CV web designer

Saat melamar ke posisi web designer, pastikan Anda dapat menonjolkan keterampilan yang dicari, mulai dari desain antarmuka pengguna, kreativitas dalam problem solving, dan disiplin dalam manajemen waktu. Jika ingin lolos ke tahap selanjutnya, pastikan Anda mengirim CV yang mampu memamerkan keterampilan dan pengalaman Anda. Nah, artikel ini akan memberi Anda tips penting dan contoh pembuatan CV web designer secara mendalam. Pembahasannya akan membantu Anda menentukan strategi tepat saat menyusun CV terbaik Anda.

Banyak pencari kerja yang merasa kesulitan saat menyusun CV yang benar-benar mampu memamerkan skill dan pengalaman mereka. Semakin menarik dan relevan CV Anda, semakin besar pula kemungkinan dipanggil interview. Yuk, simak bagian-bagian penting untuk membuat CV web designer Anda terlihat profesional dan siap bersaing di industri kreatif.

Struktur dan Format CV web designer

Elemen utama dalam CV umumnya sama, terlepas dari level pengalaman kerja. Yang utama adalah mampu menunjukkan bahwa Anda punya potensi menjadi seorang web designer yang baik.

Untuk kandidat berpengalaman (mid level), CV sebaiknya mampu menonjolkan pengalaman kerja Anda selama ini, beserta pencapaiannya. Sebisa mungkin, pilih pengalaman kerja yang relevan dan kaitkan pengalaman tersebut dengan apa yang dicari di lowongan web designer.

Meski isi CV bisa berbeda tergantung tingkat pengalaman, struktur dasarnya tetap sama, dan berikut adalah bagian-bagian yang bisa Anda cantumkan.

Header CV Web Designer

Header CV adalah bagian yang mencakup informasi pribadi dasar yang memperkenalkan identitas Anda pada perekrut, seperti nama, email, dan kontak yang bisa dihubungi. Tanpa informasi kontak yang jelas, rekruter tidak akan tahu siapa Anda dan bagaimana cara menghubungi Anda lebih lanjut.

Pada bagian header CV web designer, gunakan email yang rapi tanpa angka/simbol, cek kembali kontak Anda, dan sertakan link ke profil LinkedIn agar rekruter langsung tahu siapa Anda.

Agus Hartono
agus-hartono@example.com
(111) 222 33 444 55
Jalan KH. Wahid Hasyim No. 39 RT 01/RW 05, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10340
linkedin․com/in/agus–hartono–123

Profil Diri

Bagian ini juga dikenal dengan berbagai judul berbeda, mulai dari Tentang Saya hingga Profil, tergantung preferensi yang Anda pilih. Jadikan bagian ini sebagai ringkasan yang tak hanya berisi perkenalan diri dasar, tetapi memamerkan kelebihan dan pengalaman Anda. Cocokkan isinya dengan kualifikasi yang perusahaan cari.

Selain menyebutkan kemampuan, riwayat pekerjaan, dan pendidikan, tambahkan juga objektif karier di dalam CV yang menunjukkan kesesuaian rencana masa depan Anda dengan posisi terkait.

Bagian deskripsi diri Anda di CV web designer akan lebih terlihat unggul dibandingkan pelamar lain jika menggambarkan skill utama yang sesuai dengan posisi yang dituju, lengkap dengan pencapaian yang dicantumkan dalam bentuk angka. Anda bisa mengikuti struktur deskripsi diri pada contoh berikut.

Contoh yang baik:

Sarjana Desain Komunikasi Visual dengan pengalaman 3 tahun sebagai Desainer Web. Berhasil meningkatkan kecepatan situs hingga 40% dan menaikkan konversi 25%. Menguasai HTML, CSS, JavaScript, serta Adobe XD.

Contoh yang salah:

Sarjana Desain Komunikasi Visual lulusan universitas terkemuka dengan pengalaman sebagai web designer yang sangat proaktif dalam menjaga kualitas tampilan dan fungsionalitas situs melalui pendekatan berbasis pengguna.

Umumnya, deskripsi diri yang kurang menarik hanya berisi perkenaan diri umum saja, tanpa pencapaian atau skill yang terbukti sehingga rekruter tidak melihat adanya kecocokan.

Pengalaman Kerja

pengalaman kerja di CV penting untuk menunjukkan keterampilan nyata Anda di dunia kerja. Semua bentuk pengalaman kerja yang pernah Anda jalani, termasuk full time, part time, freelance, hingga magang, perlu dicantumkan. Penempatan urutan pengalaman kerja sangat penting. Urutkan dari pengalaman terbaru, dan pastikan Anda menuliskan deskripsi di bawahnya yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dan kualifikasi yang disebutkan dalam lowongan web designer.

Untuk membuat CV lebih menarik, jabarkan jobdesc dan hasil nyata yang Anda capai. Cobalah menggunakan angka seperti “meningkatkan penjualan 20%” untuk menggambarkan pencapaian. Sebaiknya, gunakan bullet point agar lebih mudah dibaca.

Kesimpulannya, pengalaman kerja yang menarik adalah yang mampu menunjukkan kontribusi dan hasil kerja Anda, bukan hanya apa yang Anda kerjakan. Baca ulang jobdesc di lowongan dan cari cara untuk memasukkan skill atau kata kunci di pengalaman kerja. Mari lihat contoh berikut ini untuk mengetahui bagaimana sebaiknya pengalaman kerja ditulis di dalam CV web designer.

Contoh yang baik:

Desainer Web, Januari 2023 - Sekarang
PT Solusi Digital Kreatif, Surabaya

  • Mendesain antarmuka responsif untuk situs e-commerce berbasis Laravel sehingga meningkatkan konversi pengguna sebesar 30% dalam kurun waktu enam bulan.
  • Mengoptimalkan waktu muat halaman pada portal berita dengan menerapkan teknik lazy loading dan kompresi gambar hingga 50% lebih cepat.
  • Merancang identitas visual dan gaya UI untuk aplikasi mobile fintech sehingga meningkatkan retensi pengguna aktif bulanan sebesar 25%.

Contoh yang salah:

Desainer Web, Januari 2023 - Sekarang
PT Solusi Digital Kreatif, Surabaya

  • Mendesain tampilan website yang menarik dan fungsional.
  • Mengoptimalkan pengalaman pengguna melalui layout dan navigasi yang intuitif.
  • Berkoordinasi dengan tim lintas departemen untuk menyelesaikan proyek desain web tepat waktu.

Pada contoh di atas, Anda juga dapat melihat penulisan pengalaman kerja yang sebaiknya dihindari. Deskripsi tersebut kurang menarik karena tidak menggambarkan kontribusi nyata, tidak menyertakan pencapaian yang bisa diukur, atau dampak positif untuk perusahaan.

Portofolio

Portofolio berfungsi sebagai pelengkap CV yang berisi kumpulan karya atau hasil kerja Anda selama ini. Portofoli tidak dibutuhkan di semua profesi, namun sangat krusial di industri visual, kreatif, atau digital marketing.

Anda bisa mencantumkan portofolio di CV web designer berupa tautan ke website portofolio Anda atau file Google Drive. Jangan lupa beri keterangan jelas untuk permudah rekruter, misalnya: “Portofolio Tulisan SEO”. Pastikan link bisa diakses, ya. Tempatkan bagian portofolio pada bagian khusus, seperti pada bagian setelah keterampilan, agar mudah dilirik rekruter.

Pendidikan

Riwayat pendidikan di CV tidak hanya menggambarkan gelar formal Anda, tetapi keseluruhan perjalanan akademis Anda dari sekolah hingga perkuliahan.

Gelar formal sering diutamakan untuk posisi web designer. Rekruter cenderung mencari kandidat dengan gelar formal di bidang tertentu. Jika Anda memiliki gelar pendidikan, atau pelatihan yang membuktikan keterampilan relevan seperti pemrograman HTML CSS JS dan pengembangan front end, silakan cantumkan pada bagian ini.

Penulisannya disarankan menggunakan kronologi terbalik, dengan pendidikan terbaru di bagian atas. Cantumkan detail lengkap seperti nama institusi, jurusan, gelar, IPK atau nilai rapor, serta tahun masuk dan lulus. Jika relevan, tambahkan prestasi, mata kuliah inti, atau penghargaan akademis.

Untuk tampilan CV yang lebih rapi, gunakan bullet points jika informasi mengenai prestasi dan capaian akademis Anda cukup banyak.

Sarjana Desain Komunikasi Visual, 2018 - 2021
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Keterampilan

Perusahaan biasanya mencari kandidat dengan skill seperti desain antarmuka pengguna dan kesabaran terhadap feedback klien, terutama untuk posisi web designer, karena keduanya termasuk skill dalam CV yang dinilai penting. CV yang baik wajib memuat dua jenis keterampilan: hard skill dan soft skill. Yuk, simak penjelasan serta contohnya.

Hard Skills

Hard skill adalah kemampuan teknis yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjan. Tiap pekerjaan memerlukan hard skill yang berbeda-beda, tapi umumnya kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan software, tools, atau metode tertentu. Mencantumkan hard skill tidak bisa sembarangan. Pastikan skill yang Anda tulis benar-benar berkaitan dengan posisi web designer, terutama jika posisi tersebut sudah di level senior atau spesialis. Umumnya, menuliskan 3–5 hard skill dalam CV sudah cukup, tapi Anda bisa periksa kembali informasi lowongan kerjanya. Letakkan setelah pengalaman kerja agar menunjukkan hubungan antara skill dan pengalaman Anda.

Perlu diingat bahwa perusahaan mencari hard skill yang sesuai dengan kebutuhan di industri teknologi informasi. Jadi, hard skill yang dianggap menarik tentunya yang mereka cari dalam lowongan.

Ini dia beberapa hard skill yang umum dicari untuk menjadi seorang web designer.

  • Pemrograman HTML CSS JS
  • Desain antarmuka pengguna
  • Desain pengalaman pengguna

Soft Skills

Soft skill adalah keterampilan non-teknis seperti keterampilan interpersonal dan kepribadian diri yang membantu Anda berinteraksi sebagai seorang web designer dengan rekan kerja lain. Keterampilan ini melengkapi hard skill, dan sering kali menjadi penilaian utama dalam menentukan kecocokan budaya kerja, etos kerja, dan gaya kerja Anda.

Relevansi tetaplah penting. Soft skill di CV yang sesuai dengan posisi yang dilamar biasanya memberi nilai tambah di mata HR. Karena itu, penting untuk mencantumkan soft skill yang spesifik atau yang secara jelas dicantumkan dalam lowongan.

Agar tidak bingung, berikut ini adalah daftar soft skill yang biasanya dibutuhkan untuk posisi web designer.

  • Pemahaman UI dan UX
  • Kreativitas dalam problem solving
  • Kesabaran terhadap feedback klien

Tips Ahli:

CDC Universitas Ahmad Dahlan menekankan pentingnya format CV yang bersih dan informatif sehingga estetika tidak mengalahkan keterbacaan. (1)

Sertifikasi, Kursus, dan Lisensi

Sertifikasi maupun lisensi merupakan indikator bahwa Anda telah memiliki keahlian yang dibutuhkan sebagai seorang web designer, dan telah melalui proses pelatihan atau pendidikan resmi yang diakui suatu lembaga. Dengan mencantumkan sertifikasi dalam CV, Anda menunjukkan bahwa Anda telah melalui serangkaian tes & proses dan siap menjalankan peran secara profesional di bidang teknologi informasi. Usahakan memilih sertifikasi yang benar-benar relevan dengan posisi yang dilamar agar tidak terkesan asal cantum.

Ini dia daftar sertifikasi yang umumnya dibutuhkan untuk posisi web designer dan cara menulisnya.

  • Adobe Certified Expert Photoshop, 2023
  • Google UX Design Professional Certificate, 2023
  • Certified Web Accessibility Specialist, 2023

Kemampuan Bahasa

Mencantumkan kemampuan bahasa di CV adalah langkah strategis yang sebaiknya dilakukan, tidak hanya untuk profesi yang berhubungan langsung dengan bahasa seperti penerjemah, tapi juga untuk hampir semua jenis pekerjaan, termasuk seorang web designer. Sebab, kemampuan bahasa memperlihatkan kemampuan Anda dalam menjalin kerja sama dengan kolega dari latar belakang budaya dan bahasa yang beragam.

Untuk menunjukkan kemampuan bahasa asing di CV, Anda tidak harus menggunakan format rumit. Cukup jelaskan secara deskriptif seperti berikut:

  • Bahasa Inggris: Lancar
  • Bahasa Spanyol: Menengah

Sebagai alternatif, Anda bisa mencantumkan standar internasional yang umum digunakan, yaitu Common European Framework of Reference (CEFR). Jika menggunakan standar ini, skill bahasa Anda dikategorikan seperti berikut:

  • A1: Beginner
  • A2: Elementary
  • B1: Intermediate
  • B2: Upper intermediate
  • C1: Advanced
  • C2: Proficiency
Baca artikel kami lainnya untuk pelajari panduan penting tentang menyiapkan berkas lamaran kerja:

Bagian Pendukung Lainnya

CV tidak hanya berisi bagian utama seperti yang sudah disebutkan. Anda juga bisa tambahkan informasi pendukung yang dapat memperkuat daya saing Anda. Tapi ingat, hanya tambahkan jika bagian-bagian pendukung berikut ini punya manfaat dan mendukung posisi yang Anda lamar.

Hobi dan Minat

Menyertakan hobi dalam CV bukan sekadar pelengkap atau agar CV Anda terlihat penuh. Ini bisa menjadi nilai plus jika mencerminkan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri teknologi informasi. Jika Anda masih belum punya pengalaman kerja, atau ketika melamar ke posisi magang, bagian ini bisa membantu menunjukkan potensi Anda. Pastikan hobi yang ditulis di CV web designer masih relevan dan mencerminkan nilai tambah, bukan sekadar pengisi ruang kosong.

Prestasi dan Penghargaan

Prestasi dan penghargaan sebaiknya ditampilkan dalam bagian khusus di CV agar lebih mudah menarik perhatian rekruter. Kalau Anda membuat CV di Jobseeker, ada fitur khusus yang bisa menonjolkan bagian ini, lho! Informasi ini bisa menjadi pembeda karena menunjukkan kelebihan yang tidak dimiliki semua orang, baik dari masa pendidikan Anda maupun pengalaman kerja.

Volunteer

Volunteer dalam CV menunjukkan bahwa Anda tidak hanya aktif dan berinisiatif, tapi juga seorang web designer yang peduli terhadap sesama. Ini bisa jadi daya tarik tersendiri di mata perusahaan. Tulislah bagian ini seperti pengalaman profesional, dengan menyebutkan posisi, organisasi tempat Anda berkontribusi, durasinya, dan tanggung jawab utama.

Temuan Data:

60% HR ingin melihat skill Anda di bagian profil singkat atau tentang saya. Selain hard skill yang relevan dengan lowongan, soft skill yang paling dipertimbangkan adalah komunikasi, pemecahan masalah, dan kerja sama tim. (2)

Kata Kerja Profesional untuk CV Web Designer

Menggunakan kata kerja yang tepat di CV web designer bisa mengubah deskripsi kerja Anda dari biasa saja menjadi lebih berdampak dan menarik perhatian. Inilah salah satu cara untuk semakin menggambarkan kontribusi Anda lebih baik lagi. Hindari penggunaan kata kerja yang kurang menggambarkan kontribusi, seperti "Bertanggung jawab atas". Ganti dengan mendesain, memprogram, atau kata kerja lainnya yang direkomendasikan berikut ini.

  • Mendesain
  • Merancang
  • Memprogram
  • Mengembangkan
  • Menguji
  • Memelihara
  • Mengoptimalkan
  • Mengintegrasikan
  • Menganalisis
  • Memperbarui

Contoh CV Web Designer

Semua bagian penting dari CV web designer telah kita bahas, lengkap dengan cara membuat dan contohnya satu per satu. Sekarang, saatnya Anda melihat contoh CV lengkap di bawah ini sebagai referensi untuk membuat CV yang solid dan relevan.

Agus Hartono
Senior Web Designer Berpengalaman

Jalan KH. Wahid Hasyim No. 39 RT 01/RW 05, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10340

agus-hartono@example.com

(111) 222 33 444 55

linkedin․com/in/agus–hartono–123

Web designer berpengalaman empat tahun dengan keahlian dalam HTML, CSS, JavaScript, dan prinsip desain responsif. Berhasil meningkatkan kecepatan loading situs portofolio klien hingga 40%. Lulusan Sarjana Desain Komunikasi Visual.

Pengalaman Kerja

Desainer Web Profesional

2023

-

2026

PT Kreasi Digital Nusantara (Surabaya)

  • Mendesain ulang situs utama perusahaan e-commerce sehingga meningkatkan konversi penjualan sebesar 30 persen dalam 3 bulan.
  • Mengembangkan antarmuka pengguna responsif untuk aplikasi mobile sehingga waktu muat halaman berkurang rata-rata 2 detik.
  • Mengoptimalkan SEO on-page melalui perbaikan struktur HTML dan konten sehingga trafik organik meningkat 50 persen dalam 6 bulan.
Pendidikan

Sarjana Desain Komunikasi Visual

2018

-

2021

Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta)

Keahlian
  • Pemrograman HTML CSS JS

  • Desain antarmuka pengguna

  • Desain pengalaman pengguna

Kualifikasi
  • Pemahaman UI dan UX

  • Kreativitas dalam problem solving

  • Kesabaran terhadap feedback klien

Sertifikat
  • Adobe Certified Expert Photoshop

  • Google UX Design Professional Certificate

Bahasa
  • Bahasa Indonesia - Penutur asli

  • Bahasa Inggris - Tingkat lanjutan

Jika Anda merasa sulit merangkumnya dalam 1 halaman, Anda bisa pelajari contoh CV yang sudah kami siapkan untuk membantu Anda mengatur isinya.

Tips Membuat CV yang Menarik Perhatian Rekruter

Hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Gunakan statistik atau ukuran keberhasilan kuantitatif untuk membuat CV Anda lebih meyakinkan.
  • Urutkan pengalaman kerja dari yang terbaru agar pengalaman terkini Anda langsung terlihat oleh perekrut.
  • Tampilkan riwayat pendidikan yang relevan, terutama jika Anda masih fresh graduate.
  • Jaga CV seringkas mungkin. Untuk pemula, 1 halaman sudah cukup asal isi CV tepat sasaran.
  • Minta bantuan orang lain untuk memeriksa lamaran web designer Anda agar lebih objektif dan bantu cari kekurangan.

Langkah yang perlu dihindari:

  • Hindari hobi yang memberi kesan negatif atau tidak berkontribusi pada posisi web designer sama sekali.
  • Jangan gunakan kalimat pasif. Gunakan kata kerja aktif seperti "memimpin", "mencapai" agar terdengar lebih kuat.
  • Jangan gunakan jargon atau singkatan yang kurang familiar dan tidak ada hubungannya dengan web designer.
  • Data pribadi seperti agama dan status perkawinan tidak perlu dimasukkan dalam CV karena tidak relevan.
  • Jangan sampai CV bertele-tele dan tidak fokus pembahasannya. Utamakan informasi penting dan relevan.

Cara Membuat CV Web Designer ATS-friendly

Applicant Tracking System (ATS) merupakan perangkat lunak yang digunakan perusahaan untuk memfilter CV secara otomatis sebelum masuk ke tahap seleksi HR. ATS mempermudah proses rekrutmen dengan menyeleksi CV berdasarkan kesesuaian kata kunci yang ada dalam informasi lowongan dan isi CV Anda, mulai dari pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, dan lainnya.

Jika tidak lolos pemindaian ATS, CV bisa langsung ditolak. Yuk, simak cara menyusun CV web designer yang lolos seleksi ATS.

  • Gunakan format CV yang sederhana dan rapi. Biasanya, CV ATS berisi teks secara keseluruhan tanpa adanya tabel, grafik, foto, atau desain berlebihan.
  • Gunakan jenis huruf standar seperti Arial, Calibri, atau Times New Roman agar sistem bisa membacanya dengan mudah. Font yang terlalu unik bisa membuat CV tak terbaca.
  • Masukkan kata kunci dari deskripsi pekerjaan web designer, terutama pada bagian pengalaman dan keterampilan.
  • Format terbaik untuk menyimpan CV adalah PDF atau DOCX, kecuali perusahaan memberi instruksi lain.
  • Gunakan struktur CV yang rapi dan terorganisir. Berikan judul atau subheading yang familiar jelas bagi ATS seperti "Pengalaman Kerja","Riwayat Pendidikan" atau "Keterampilan".

Menyusun CV ATS memang tidak mudah, tapi Anda bisa mempersingkat waktu dengan menggunakan template CV siap pakai dari Jobseeker yang dirancang khusus agar sesuai sistem!

Kunci Keberhasilan Saat Membuat CV Web Designer

Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa menyusun CV yang tepat sesuai target sangat menentukan keberhasilan Anda dalam rekrutmen sebagai seorang web designer. Pastikan CV Anda rapi, mudah dibaca, dan sesuai dengan kebutuhan posisi yang dilamar, terutama dengan memperhatikan format dan penggunaan kata kunci.

Nah, Anda tak perlu repot menyusun CV dari awal. Jobseeker hadir dengan tools pembuat CV dan beragam template profesional yang siap pakai. Yuk, coba sekarang!

FAQ

Apakah wajib menambahkan foto di CV web designer?

Penggunaan foto pada CV sebenarnya tidak wajib, kecuali secara khusus diminta oleh perusahaan. Untuk CV web designer yang ditujukan ke sistem ATS, sebaiknya hindari menambahkan foto karena bisa mengganggu proses pemindaian data.

Sebagai alternatif, tambahkan link LinkedIn yang profesional agar perekrut bisa melihat foto dan informasi Anda secara lengkap.

Bagaimana cara membuat surat lamaran kerja untuk posisi web designer?

Selain CV, surat lamaran memberikan kesempatan untuk menjelaskan motivasi dan keunggulan Anda secara langsung kepada rekruter. Pastikan surat Anda dibuat spesifik untuk tiap lowongan agar terasa lebih personal dan meyakinkan.

Gunakan format tiga bagian untuk surat lamaran kerja web designer: pembuka (perkenalan), isi (pengalaman dan pencapaian), dan penutup (ajakan untuk tindak lanjut atau komunikasi lebih lanjut).

Anda bisa pelajari kumpulan contoh surat lamaran kerja Jobseeker untuk membantu Anda mendapat ide cara penulisannya.

Anda juga bisa memperkuat lamaran dengan menggunakan template surat lamaran kerja yang kami sediakan sebagai pelengkap CV Anda.

Bagaimana cara membuat CV web designer tanpa pengalaman kerja?

Anda tetap bisa membuat CV menarik meski belum punya pengalaman kerja dengan menonjolkan pendidikan, skill, kegiatan organisasi, dan pengalaman magang atau sukarelawan.

Selain itu, maksimalkan bagian ringkasan profil untuk menggambarkan motivasi Anda serta tujuan karier jangka pendek atau panjang.

Yang terpenting, tunjukkan sisi diri Anda yang relevan dengan posisi web designer yang dituju, meskipun belum bekerja secara formal.

Bagaimana cara membuat headline untuk CV web designer yang menarik?

Headline CV berfungsi sebagai deskripsi singkat tentang siapa Anda, latar belakang, dan kualifikasi Anda, terutama jika memang relevan dengan posisi yang dilamar.

Hindari hanya mencantumkan "fresh graduate" atau "jobseeker" karena belum mencerminkan nilai jual Anda. Sebaiknya tonjolkan latar belakang pendidikan atau pengalaman profesional serta level karier Anda (junior, senior, manager, dan sebagainya).

Jaga headline tetap singkat dan tajam, cukup 4-5 kata agar impactful.

Berikut ini contoh headline CV web designer yang bisa disesuaikan dengan jenjang pengalaman Anda:

  • Web Designer Pemula Berbakat Inovatif
  • Senior Web Designer Berpengalaman
  • Senior Web Designer Spesialis UI/UX

Referensi:

  1. Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Membuat CV yang Otomatis Dilihat HRD
  2. Jobseeker, Tren & Statistik HR
Bagikan via:
Penulis

Seorang digital content writer dengan 4+ tahun pengalaman di industri edutech dan rekrutmen. Berpengalaman membuat berbagai format konten, ia berkomitmen menciptakan tulisan yang tidak hanya bernilai bagi audiens, tetapi juga berdampak positif bagi bisnis.

Buat rekruter terkesan dengan CV Anda.

Panduan langkah demi langkah untuk membuat CV profesional dalam hitungan menit.

Baca lebih lanjut