UX Researcher
Ditulis oleh Alisatul Aini, Penulis • Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2026

Contoh CV sebagai UX researcher

Untuk posisi UX researcher, biasanya rekruter mencari kandidat yang punya keterampilan utama seperti penelitian etnografi pengguna, empati terhadap pengguna, dan pemecahan masalah kreatif. Agar berhasil lolos tahap berikutnya, Anda perlu siapkan CV yang mencerminkan keterampilan dan pengalaman Anda secara optimal. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan panduan lengkap terkait cara membuat CV sebagai UX researcher yang optimal, dilengkapi dengan contoh dan tips penting untuk membuat lamaran Anda unggul dibanding kandidat lain.

Membuat CV yang mampu menonjolkan skill dan pengalaman memang perlu strategi yang tepat dan upaya lebih. CV yang disusun dengan baik bisa jadi kunci utama menuju tahap rekrutmen berikutnya. Untuk memulainya, mari bahas dulu bagian-bagian penting dalam CV untuk posisi UX researcher.

Struktur dan Format CV sebagai UX researcher

Baik fresh graduate maupun profesional berpengalaman, format dasar dan isi CV umumnya mirip satu sama lain, yang terpenting Anda menunjukkan kemampuan dasar untuk menjadi seorang UX researcher profesional.

Profesional level menengah sudah bisa mulai menunjukkan pengalaman kerja dan kontribusinya pada pekerjaan sebelumnya di dalam CV. Prioritaskan pengalaman yang paling relevan dengan syarat lowongan kerja UX researcher, yang berkaitan dengan skill, pengetahuan, atau pengalaman yang dicari.

Meski isi CV bisa berbeda tergantung tingkat pengalaman, struktur dasarnya tetap sama, dan berikut adalah bagian-bagian yang bisa Anda cantumkan.

Header CV UX Researcher

Header CV adalah bagian paling awal yang memuat identitas diri Anda, seperti nama lengkap, alamat email, dan nomor telepon aktif. Tanpa informasi kontak yang jelas, rekruter tidak akan tahu siapa Anda dan bagaimana cara menghubungi Anda lebih lanjut.

Pastikan di header CV sebagai UX researcher milik Anda ditulis dengan optimal. Cantumkan tiga hal ini: email yang profesional, kontak yang akurat, dan profil LinkedIn yang bisa dilihat oleh HR.

Gilang Susanto
gilang-susanto@example.com
(111) 222 33 444 55
Jalan Merpati Raya No. 7 RT. 02/RW. 05, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12430
linkedin․com/in/gilang–susanto–123

Deskripsi Diri

Bagian ini juga dikenal dengan berbagai judul berbeda, mulai dari Tentang Saya hingga Profil, tergantung preferensi yang Anda pilih. Penting untuk menyusun bagian ini dengan cermat karena inilah perkenalan diri Anda yang pertama kali dilihat HRD. Pastikan Anda mencantumkan skill dan pengalaman yang relevan dengan lowongan kerja.

Selain menyebutkan kemampuan, riwayat pekerjaan, dan pendidikan, tambahkan juga objektif karier di dalam CV yang menunjukkan kesesuaian rencana masa depan Anda dengan posisi terkait.

Deskripsi diri di CV sebagai UX researcher yang menarik perhatian rekruter adalah yang selaras dengan jobdesc dan mampu menyoroti keahlian utama yang dibutuhkan. Tambahkan juga pencapaian nyata yang bisa diukur, seperti data angka atau penghargaan, agar lebih meyakinkan. Anda bisa mengikuti struktur deskripsi diri pada contoh berikut.

Contoh yang baik:

Peneliti UX berpengalaman dengan gelar Sarjana Psikologi yang menganalisis perilaku pengguna untuk solusi digital. Telah memimpin 15 studi lapangan, meningkatkan retensi platform sebesar 18%. Mahir dalam pengujian A/B dan wireframing.

Contoh yang salah:

Peneliti UX dengan gelar Psikologi yang berpengalaman dalam memahami pengguna dan mengembangkan solusi digital, menggunakan berbagai metode riset untuk mendukung proses desain dan menciptakan antarmuka inovatif.

Sebaiknya Anda hindari menulis keahlian atau pengalaman yang terlalu umum dan tidak terukur hasilnya, karena ini tidak cukup untuk membuat rekruter terkesan.

Pengalaman Kerja

Isi pengalaman kerja di CV dengan semua pengalaman profesional yang pernah Anda jalani, mulai dari pekerjaan karyawan tetap, pekerja paruh waktu, freelancer, hingga magang. Semuanya memiliki nilai tersendiri jika relevan dengan posisi yang Anda lamar. Rekruter biasanya hanya melihat CV dalam waktu singkat, jadi sangat penting untuk mengurutkan pengalaman kerja terbaru dan paling relevan. Jika pengalaman tersebut juga menunjukkan skill yang dicari pada lowongan UX researcher, peluang Anda untuk dipanggil interview akan semakin besar.

Rincian pengalaman kerja tidak perlu terlalu panjang, tetapi harus padat dan berdampak. Deskripsikan jobdesc dan sertakan pencapaian yang dapat diukur. Gunakan bullet points untuk mempermudah pembaca, dan pilih 3–5 poin yang paling mencerminkan skill utama yang relevan.

CV yang berpeluang lolos biasanya terdapat pengalaman kerja yang tidak hanya menjelaskan tugas harian, tapi juga kontribusi nyata dan hasil kerja yang terukur. Jangan lupa cek kembali lowongan kerja dan sematkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Mari lihat contoh berikut ini untuk mengetahui bagaimana sebaiknya pengalaman kerja ditulis di dalam CV sebagai UX researcher.

Contoh yang baik:

Peneliti UX, Januari 2023 - Sekarang
PT Inovasi Pengalaman Digital, Bandung

  • Memimpin riset UX untuk aplikasi e-commerce, meningkatkan tingkat kepuasan pengguna sebesar 25% berdasarkan survei pasca-implementasi.
  • Mendesain dan melakukan usability testing pada prototipe aplikasi mobile, mengidentifikasi 15 masalah utama untuk perbaikan antarmuka pengguna.
  • Mengimplementasikan metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif, menghasilkan rekomendasi desain yang meningkatkan tingkat retensi pengguna sebesar 18%.

Contoh yang salah:

Peneliti UX, Januari 2023 - Sekarang
PT Inovasi Pengalaman Digital, Bandung

  • Merancang prototipe antarmuka pengguna untuk meningkatkan kepuasan pengguna aplikasi mobile.
  • Melakukan riset kebutuhan pengguna untuk mendukung pengembangan produk digital sesuai pasar.
  • Mengevaluasi pengalaman pengguna melalui pengujian usabilitas guna memperbaiki alur interaksi situs web.

Contoh di atas juga menunjukkan cara penulisan pengalaman kerja yang sebaiknya dihindari karena kurang menggambarkan nilai tambah Anda. Deskripsi tersebut kurang menarik karena tidak menggambarkan kontribusi nyata, tidak menyertakan pencapaian yang bisa diukur, atau dampak positif untuk perusahaan.

Pendidikan

Bagian pendidikan dalam CV menampilkan latar belakang akademis Anda, dan menunjukkan bahwa Anda telah memenuhi standar tertentu untuk menyelesaikan pendidikan.

Untuk melamar ke posisi UX researcher, Anda memerlukan gelar formal, seperti sarjana di jurusan tertentu. Banyak rekruter bahkan membatasi jurusan apa saja yang dapat melamar. Jadi, jika Anda memiliki gelar pendidikan, atau pelatihan yang menunjukkan keterampilan relevan seperti penguasaan alat prototipe digital dan perancangan eksperimen lapangan, jangan lupa untuk mencantumkannya.

Penulisannya disarankan menggunakan kronologi terbalik, dengan pendidikan terbaru di bagian atas. Pastikan mencantumkan nama institusi, jurusan, gelar, IPK atau nilai rapor, serta tahun pendidikan. Bila ada, sertakan prestasi akademik, mata kuliah atau mata pelajaran pendukung, atau penghargaan yang diraih.

Agar lebih informatif dan rapi, tampilkan poin-poin terkait prestasi, nilai, atau penghargaan tersebut dalam bentuk bullet points agar rekruter lebih muda membacanya.

Sarjana Psikologi, 2018 - 2021
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Keterampilan

Menunjukkan skill di CV seperti analisis statistik dan kuantitatif dan empati terhadap pengguna sangatlah penting, karena itu merupakan beberapa keterampilan utama yang sering dicari perusahaan untuk posisi UX researcher. Soft skill dan hard skill adalah dua jenis keterampilan yang umumnya harus ada dalam CV. Ini dia penjelasan lengkapnya.

Hard Skills

Hard skill merupakan kemampuan teknis yang memungkinkan seseorang menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan. Biasanya, keterampilan ini berhubungan dengan software, tools, atau metode pengerjaan suatu tugas tertentu. Sebaiknya hindari mencantumkan hard skill yang terlalu umum. Fokus pada skill yang benar-benar dibutuhkan di posisi UX researcher yang Anda lamar, terutama jika posisi tersebut sudah di level senior. Umumnya, 3-5 hard skill sudah cukup untuk dicantumkan, tergantung isi lowongan dan kualifikasi yang dicari perusahaan. Sebaiknya letakkan bagian ini setelah pengalaman kerja agar terlihat korelasinya.

Hard skill yang berpotensi paling dilirik adalah yang paling relevan dengan industri teknologi informasi dan kebutuhan perusahaan. Relevansi skill adalah faktor penting dalam seleksi awal.

Nah, berikt ini adalah beberapa hard skill yang banyak dicari untuk menjadi seorang UX researcher.

  • Analisis statistik dan kuantitatif
  • Penelitian etnografi pengguna
  • Pengujian UX terstruktur

Soft Skills

Soft skill adalah kombinasi antara kemampuan interpersonal kepribadian yang membuat Anda mampu bekerja sama dengan baik dan menyesuaikan diri sebagai seorang UX researcher di lingkungan kerja. Soft skills akan menunjang keterampilan teknis Anda, dan menjadi indikator bagaimana Anda bisa bekerja sama dalam tim dan mengatasi berbagai tekanan.

Biasanya, HRD lebih tertarik pada CV yang mencantumkan soft skill yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Itulah kenapa menuliskan soft skill yang sesuai dengan informasi pada lowongan kerja sangatlah penting.

Agar tidak bingung, berikut ini adalah daftar soft skill yang biasanya dibutuhkan untuk posisi UX researcher.

  • Empati terhadap pengguna
  • Rasa ingin tahu tinggi
  • Pemecahan masalah kreatif

Kemampuan Bahasa

Mencantumkan bahasa di CV sangatlah dianjurkan, bahkan jika pekerjaan Anda tidak berhubungan langsung dengan penerjemahan. Ini sudah menjadi kebutuhan dasar dunia kerja, termasuk untuk posisi seorang UX researcher. Kemampuan bahasa juga menjadi sinyal positif bahwa Anda mampu beradaptasi dan bekerja sama dengan lingkungan kerja internasional dan multikultural.

Untuk menunjukkan kemampuan bahasa asing di CV, Anda tidak harus menggunakan format rumit. Cukup jelaskan secara deskriptif seperti berikut:

  • Bahasa Inggris: Lancar
  • Bahasa Spanyol: Menengah

Sebagai alternatif, Anda bisa mencantumkan standar internasional yang umum digunakan, yaitu Common European Framework of Reference (CEFR). Jika menggunakan standar ini, skill bahasa Anda dikategorikan seperti berikut:

  • A1: Beginner
  • A2: Elementary
  • B1: Intermediate
  • B2: Upper intermediate
  • C1: Advanced
  • C2: Proficiency

Sertifikasi, Kursus, dan Lisensi

Sertifikasi maupun lisensi merupakan indikator bahwa Anda telah memiliki keahlian sebagai seorang UX researcher sesuai standar tertentu, dan telah melalui proses pelatihan atau pendidikan yang diakui. Mencantumkan sertifikasi dalam CV dapat memperkuat kredibilitas Anda sebagai kandidat yang kemampuannya sudah divalidasi memenuhi standar di industri teknologi informasi. Usahakan memilih sertifikasi yang benar-benar relevan dengan posisi yang dilamar agar tidak terkesan asal cantum.

Di bawah ini adalah contoh sertifikasi yang sering dibutuhkan untuk lowongan UX researcher beserta cara menulisnya.

  • Google UX Design Certificate, 2023
  • Nielsen Norman UX Certification, 2023
  • Interaction Design Foundation UX Certificate, 2023

Tips Ahli:

Pastikan CV Anda disesuaikan dengan kualifikasi pekerjaan yang dituju, sajikan hasil terukur dan contoh konkret dalam setiap poin riwayat Anda, serta jaga profesionalisme lewat font dan tata letak yang rapi. (1)

Baca juga artikel terkait lainnya untuk temukan lebih banyak tips penting terkait berkas lamaran kerja:

Bagian Pendukung Lainnya

CV tidak hanya berisi bagian utama seperti yang sudah disebutkan. Anda juga bisa tambahkan informasi pendukung yang dapat memperkuat daya saing Anda. Tapi ingat, hanya tambahkan jika bagian-bagian pendukung berikut ini punya manfaat dan mendukung posisi yang Anda lamar.

Hobi dan Minat

Jika ditulis dengan tepat, hobi di CV dapat menjadi nilai tambah Anda, khususnya jika ada hubungannya dengan keterampilan yang dibutuhkan di industri teknologi informasi. Jika Anda melamar ke lowongan magang dan belum memiliki pengalaman kerja, mencantumkan hobi yang relevan sangatlah disarankan. Namun, jangan asal tulis, ya. Hindari menyebutkan hobi di CV sebagai UX researcher yang terlalu umum, tidak berkaitan, atau tidak mencerminkan sisi profesional Anda.

Prestasi dan Penghargaan

Letakkan prestasi dan penghargaan di bagian tersendiri dalam CV agar rekruter mudah menemukannya. Jobseeker punya fitur khusus untuk bantu Anda membuat bagian ini lebih menarik perhatian rekruter, lho. Informasi ini bisa menjadi pembeda karena menunjukkan kelebihan yang tidak dimiliki semua orang, baik dari masa pendidikan Anda maupun pengalaman kerja.

Volunteer

Kegiatan volunteer dalam CV bukan sekadar pelengkap. Ini bisa mencerminkan karakter Anda sebagai seorang UX researcher yang aktif, peduli, dan berinisiatif. Tetap pilih pengalaman volunteer yang punya kaitan dengan posisi yang Anda lamar, ya. Anda bisa menulis bagian ini seperti menulis pengalaman kerja. Mulai dari posisi atau jabatan Anda, nama organisasi, waktu pelaksanaan, hingga deskripsi tugas.

Temuan Data:

Bagi Anda yang pernah jadi volunteer, coba cantumkan dalam CV dan uraikan pencapaiannya. Hampir 60% HR menilai bahwa pengalaman ini bisa saja relevan dengan kebutuhan mereka. (2)

Kata Kerja Profesional untuk CV UX Researcher

Kata kerja yang tepat di dalam CV sebagai UX researcher dapat membuat pengalaman kerja Anda terdengar lebih konkret dan berkesan bagi rekruter. Jobdesc yang sebelumnya terkesan biasa saja, bisa dibuat menjadi lebih profesional dan berdampak. Hindarilah memakai kata kerja yang terlalu umum seperti "Bertanggung jawab atas". Sebagai gantinya, gunakan kata kerja seperti memetakan, merancang, atau pilihan kata kerja lainnya yang disarankan di bawah ini.

  • Menganalisis
  • Merancang
  • Mengobservasi
  • Menguji
  • Memetakan
  • Menyusun
  • Mengidentifikasi
  • Mengevaluasi
  • Memfasilitasi
  • Berkolaborasi

Contoh CV UX Researcher

Kita sudah membahas tuntas setiap bagian dari CV sebagai UX researcher. Mulai dari pengertiannya, cara menulisnya, sampai dengan contohnya masing-masing. Sekarang, saatnya Anda melihat contoh CV lengkap di bawah ini sebagai referensi untuk membuat CV yang solid dan relevan.

Gilang Susanto
Senior UX Researcher Berorientasi Pengguna

Jalan Merpati Raya No. 7 RT. 02/RW. 05, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12430

gilang-susanto@example.com

(111) 222 33 444 55

linkedin․com/in/gilang–susanto–123

Seorang UX researcher berpengalaman 3 tahun, lulusan S1 Psikologi, ahli merancang studi pengguna. Berhasil meningkatkan retensi aplikasi mobile sebesar 20% melalui rekomendasi desain. Terbiasa bekerja lintas tim dan mempresentasikan riset.

Pengalaman Kerja

Spesialis Penelitian UX

2023

-

2026

PT Inovasi Pengalaman Pengguna (Yogyakarta)

  • Memimpin studi usability dengan lebih dari 50 peserta, menghasilkan rekomendasi yang meningkatkan retensi pengguna sebesar 15%.
  • Merancang dan mengelola survei UX lintas platform yang mengumpulkan lebih dari 1.000 respons untuk memprioritaskan pengembangan fitur baru.
  • Menjalankan wawancara mendalam dengan stakeholder internal dan pelanggan untuk mengidentifikasi lima area kendala utama.
Pendidikan

S1 Psikologi

2018

-

2021

Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta)

Keahlian
  • Analisis statistik dan kuantitatif

  • Penelitian etnografi pengguna

  • Pengujian UX terstruktur

Kualifikasi
  • Empati terhadap pengguna

  • Rasa ingin tahu tinggi

  • Pemecahan masalah kreatif

Sertifikat
  • Google UX Design Certificate

  • Nielsen Norman UX Certification

Bahasa
  • Bahasa Indonesia - Penutur asli

  • Bahasa Inggris - Tingkat lanjutan

Bingung memadatkan pengalaman Anda dalam satu halaman? Coba lihat beberapa contoh CV dari kami sebagai referensi.

Tips Membuat CV yang Menarik Perhatian Rekruter

Tips yang perlu diterapkan:

  • Urutkan pengalaman kerja mulai dari yang terbaru agar rekruter mudah melihat progres karier Anda.
  • Sertakan latar pendidikan yang menunjang posisi yang dilamar, lengkap dengan jurusan dan tahun lulus.
  • Pastikan CV Anda padat dan tidak bertele-tele. Cukup 1 halaman jika pengalaman Anda masih terbatas.
  • Minta bantuan orang lain untuk memeriksa lamaran UX researcher Anda agar lebih objektif dan bantu cari kekurangan.
  • Pakai kata kerja yang menegaskan kontribusi Anda, untuk lebih terlihat unggul di mata perekrut.

Yang kurang direkomendasikan:

  • Hindari menyisipkan info bohong atau palsu. Kejujuran adalah kunci dalam menulis CV.
  • Jangan menambahkan desain yang berlebihan. CV yang terlalu artistik bisa gagal terbaca sistem ATS.
  • Hindari penjabaran terlalu detail yang membuat CV terlalu panjang dan melebar kemana-mana.
  • Jangan gunakan istilah yang sulit dipahami, terutama singkatan atau istilah yang tak relevan dengan posisi UX researcher.
  • Jangan tulis pengalaman yang tak ada kaitannya. Pilih pengalaman kerja yang relevan dengan posisi UX researcher.

Cara Membuat CV UX Researcher ATS-friendly

ATS atau Applicant Tracking System adalah sistem otomatis yang digunakan perusahaan untuk menyaring CV pelamar kerja sebelum sampai ke tangan HRD. Sistem ATS bekerja dengan mencocokkan kata kunci dari lowongan kerja dengan informasi yang ada di CV seperti pengalaman, pendidikan, dan keterampilan.

Jika tidak lolos pemindaian ATS, CV bisa langsung ditolak. Yuk, simak cara menyusun CV sebagai UX researcher yang lolos seleksi ATS.

  • Gunakan format CV yang sederhana dan rapi. Biasanya, CV ATS berisi teks secara keseluruhan tanpa adanya tabel, grafik, foto, atau desain berlebihan.
  • Pilih font standar seperti Arial, Calibri, atau Times New Roman dengan ukuran yang mudah dibaca. Font yang terlalu dekoratif akan sulit terbaca sistem.
  • Jangan lupa mencantumkan kata kunci yang sesuai dengan deskripsi lowongan UX researcher, terutama di bagian skill dan pengalaman kerja.
  • Simpan file CV Anda dalam format PDF atau .docx sesuai ketentuan umum, kecuali perusahaan meminta format lain.
  • Gunakan struktur CV yang logis dan konsisten, dengan judul atau subheading yang mudah dikenali sistem, seperti Pengalaman Kerja, Keterampilan, atau Riwayat Pendidikan.

Membuat CV ATS memang memerlukan ketelitian, tapi Anda bisa menghemat waktu dengan memakai template CV dari Jobseeker yang sudah pasti lolos sistem ATS!

Kunci Keberhasilan Saat Membuat CV UX Researcher

Membuat CV yang efektif sangat penting untuk meningkatkan peluang Anda lolos seleksi sebagai seorang UX researcher dan menarik perhatian perekrut. Sebelum dikirim, pastikan CV mudah dibaca, lengkap dengan pengalaman dan keterampilan yang relevan, serta mengikuti standar ATS-friendly.

Nah, Anda tak perlu bingung harus buat CV dari nol. Gunakan tools pembuat CV dari Jobseeker lengkap dengan template profesional. Coba sekarang dan rasakan kemudahannya!

FAQ

Bagaimana cara membuat surat lamaran kerja untuk posisi UX researcher?

Surat lamaran kerja adalah pelengkap penting yang dapat menarik minat HRD untuk membaca CV Anda lebih lanjut. Oleh sebab itu, buatlah surat lamaran yang relevan dengan posisi yang Anda lamar, bukan sekadar salin-tempel dari surat sebelumnya.

Struktur surat lamaran UX researcher umumnya terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup. Perkenalkan diri Anda, soroti pengalaman paling relevan, dan akhiri dengan harapan agar lamaran ditindaklanjuti.

Jelajahi berbagai contoh surat lamaran kerja dari Jobseeker sebagai referensi untuk menyusun surat yang menarik dan profesional.

Anda juga bisa memperkuat lamaran dengan menggunakan template surat lamaran kerja yang kami sediakan sebagai pelengkap CV Anda.

Bagaimana cara membuat CV sebagai UX researcher tanpa pengalaman kerja?

Anda tetap bisa membuat CV menarik meski belum punya pengalaman kerja dengan menonjolkan pendidikan, skill, kegiatan organisasi, dan pengalaman magang atau sukarelawan.

Selain itu, maksimalkan bagian ringkasan profil untuk menggambarkan motivasi Anda serta tujuan karier jangka pendek atau panjang.

Intinya, cantumkan pengalaman yang tetap bisa menunjukkan Keterampilan & potensi Anda yang relevan dengan posisi UX researcher yang dilamar.

Bagaimana cara membuat headline untuk CV sebagai UX researcher yang menarik?

Headline CV menampilkan ringkasan tentang siapa Anda dan kompetensi Anda, agar rekruter langsung mengenali Anda sejak impresi pertama.

Menulis "fresh graduate" atau "jobseeker" saja tidak cukup untuk menarik perhatian HRD karena kurang spesifik. Tampilkan pendidikan, pengalaman, dan level profesional Anda agar lebih standout.

Pastikan headline singkat dan padat, sekitar 4-5 kata sudah cukup.

Berikut contoh headline CV sebagai UX researcher yang sesuai untuk berbagai tingkat pengalaman:

  • UX Researcher Muda
  • Senior UX Researcher Berorientasi Pengguna
  • Senior UX Researcher Berorientasi Pengguna

Seperti apa format CV sebagai UX researcher terbaik pada 2026?

Tiga format CV sebagai UX researcher yang masih relevan di 2026 adalah: kronologis (berbasis pengalaman), fungsional (berbasis keterampilan), dan kombinasi dari keduanya.

CV kronologis cocok bagi profesional berpengalaman, fungsional lebih sesuai untuk lulusan baru atau yang berganti karier, sedangkan kombinasi pas untuk menyeimbangkan pengalaman dan keahlian.

Pilih format yang paling sesuai berdasarkan bidang pekerjaan yang dilamar serta pengalaman kerja yang dimiliki agar CV Anda lebih efektif.

Bagikan via:
Penulis

Seorang digital content writer dengan 4+ tahun pengalaman di industri edutech dan rekrutmen. Berpengalaman membuat berbagai format konten, ia berkomitmen menciptakan tulisan yang tidak hanya bernilai bagi audiens, tetapi juga berdampak positif bagi bisnis.

Buat rekruter terkesan dengan CV Anda.

Panduan langkah demi langkah untuk membuat CV profesional dalam hitungan menit.

Baca lebih lanjut