Industri Kreatif
Ditulis oleh Alisatul Aini, Penulis • Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2026

Contoh CV industri kreatif

Saat melamar ke posisi pekerja industri kreatif, Anda harus bisa menunjukkan keterampilan yang sering dicari perusahaan, seperti ketahanan terhadap tekanan deadline, adaptasi cepat terhadap perubahan, dan penguasaan adobe creative cloud. Agar berhasil lolos tahap berikutnya, Anda perlu siapkan CV yang mencerminkan keterampilan dan pengalaman Anda secara optimal. Panduan dalam artikel ini bertujuan membantu Anda menyusun CV industri kreatif yang profesional dan mampu memikat rekruter, lengkap dengan penjelasan detail tiap bagian, tips penting, dan contoh yang bisa Anda jadikan acuan.

Salah satu bagian paling menantang dalam proses rekrutmen adalah pembuatan CV yang mampu menarik perhatian HRD. CV yang disusun dengan baik bisa meningkatkan peluang Anda lolos ke tahap interview. Langsung saja, mari bahas bagian-bagian penting untuk membuat CV industri kreatif Anda lebih siap menunjang karier di industri kreatif.

Struktur dan Format CV industri kreatif

Baik melamar sebagai fresh graduate atau berpengalaman, struktur CV umumnya sama. Yang penting, Anda mampu menunjukkan keterampilan utama untuk menjadi seorang pekerja industri kreatif profesional.

CV umumnya menyesuaikan level pengalaman pelamar, namun bagian-bagian berikut ini bisa menjadi acuan Anda.

Header CV Industri Kreatif

Di bagian paling atas, terdapat header CV di mana Anda perlu mencantumkan informasi penting seperti nama lengkap, email, dan nomor telepon. Data-data ini penting agar pihak perusahaan bisa mengenali Anda dan menghubungi Anda dengan mudah untuk proses rekrutmen selanjutnya.

Beberapa tips agar header CV pekerja industri kreatif tampil profesional: gunakan email dengan nama asli, pastikan kontak aktif dan benar, serta tambahkan tautan LinkedIn yang memperkuat personal branding Anda.

Bagus Anggara
bagus-anggara@example.com
(111) 222 33 444 55
Jl. Panglima Polim No. 42, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12160
linkedin․com/in/bagus–anggara–123

Tentang Saya

Bagian deskripsi diri sering muncul dengan berbagai judul lain seperti Profil Diri, Rangkuman, atau Tentang Saya. Gunakan bagian ini untuk mengesankan rekruter dengan menunjukkan siapa Anda, kelebihan dan kualifikasi, serta alasan mengapa Anda cocok untuk posisi tersebut. Sertakan kata kunci yang selaras dengan deskripsi lowongan kerja.

Selain menyebutkan kemampuan, riwayat pekerjaan, dan pendidikan, tambahkan juga objektif karier di dalam CV yang menunjukkan kesesuaian rencana masa depan Anda dengan posisi terkait.

Umumnya, deskripsi diri yang menarik di mata rekruter berisi keahlian utama yang perusahaan cari. Dalam CV pekerja industri kreatif, pastikan Anda menyertakan keterampilan yang relevan dengan lowongan, dan mencantumkan bukti berupa hasil atau prestasi yang terukur. Agar tidak bingung lagi, gunakan contoh deskripsi diri di bawah ini sebagai acuan.

Contoh yang baik:

Desainer grafis berpengalaman dengan gelar Sarjana Desain Komunikasi Visual, berhasil meningkatkan engagement media sosial klien hingga 45%. Terampil Adobe Creative Suite dan konsep branding efektif. Siap berkreasi dalam tim kreatif.

Contoh yang salah:

Saya adalah desainer grafis yang mengutamakan kreativitas tinggi dan kolaborasi dalam setiap proyek untuk menghasilkan konsep visual yang segar dan berkesinambungan sesuai dinamika kebutuhan klien serta tuntutan industri kreatif.

Deskripsi diri yang optimal sebaiknya menghindari istilah umum tanpa bukti, karena rekruter lebih tertarik pada pencapaian dan skill yang konkret.

Pengalaman Kerja

pengalaman kerja di CV penting untuk menunjukkan keterampilan nyata Anda di dunia kerja. Semua bentuk pengalaman kerja yang pernah Anda jalani, termasuk full time, part time, freelance, hingga magang, perlu dicantumkan. Pengalaman kerja yang paling baru umumnya lebih menggambarkan kemampuan Anda saat ini. Oleh karena itu, susun riwayat kerja dari yang terbaru dan relevan, serta tekankan skill atau pengetahuan yang dicari di lowongan pekerja industri kreatif.

Rincian pengalaman kerja tidak perlu terlalu panjang, tetapi harus padat dan berdampak. Deskripsikan jobdesc dan sertakan pencapaian yang dapat diukur. Gunakan bullet points untuk mempermudah pembaca, dan pilih 3–5 poin yang paling mencerminkan skill utama yang relevan.

Kesimpulannya, pengalaman kerja yang menarik adalah yang mampu menunjukkan kontribusi dan hasil kerja Anda, bukan hanya apa yang Anda kerjakan. Baca ulang jobdesc di lowongan dan cari cara untuk memasukkan skill atau kata kunci di pengalaman kerja. Untuk gambaran yang lebih jelas, berikut contoh pengalaman kerja yang ditulis dengan baik di dalam CV pekerja industri kreatif.

Contoh yang baik:

Desainer Grafis, Januari 2023 - Sekarang
PT Inovasi Media Kreatif, Surabaya

  • Merancang identitas merek untuk e-commerce lokal yang meningkatkan pengenalan merek sebesar 30% dalam tiga bulan.
  • Mendesain materi promosi acara peluncuran produk PT Teknologi Kreatif dengan tampilan interaktif yang menarik 500+ pengunjung.
  • Mengoptimalkan tata letak majalah korporat untuk Astra International sehingga meningkatkan keterbacaan konten hingga 25%.

Contoh yang salah:

Desainer Grafis, Januari 2023 - Sekarang
PT Inovasi Media Kreatif, Surabaya

  • Mengembangkan konsep kreatif untuk kampanye iklan digital di berbagai platform.
  • Mengelola kolaborasi lintas tim untuk menghasilkan ide-ide inovatif.
  • Menyelaraskan strategi komunikasi visual sesuai tren pasar dan kebutuhan klien.

Contoh di atas juga memperlihatkan penulisan pengalaman kerja yang kurang efektif karena tidak menonjolkan nilai tambah Anda. Deskripsinya tidak mampu menjelaskan apa kontribusi yang Anda berikan dan tidak menyertakan bukti nyata berupa angka atau hasil kerja.

Portofolio

Tidak semua pekerjaan membutuhkan portofolio, tapi bagi Anda yang bekerja di bidang kreatif dan digital, mencantumkan portofolio di CV sangat dianjurkan. Ini menjadi bukti hasil kerja nyata Anda selama ini.

Anda bisa mencantumkan portofolio di CV industri kreatif berupa tautan ke website portofolio Anda atau file Google Drive. Jangan lupa beri keterangan jelas untuk permudah rekruter, misalnya: “Portofolio Tulisan SEO”. Pastikan link bisa diakses, ya. Sangat dianjurkan untuk meletakkan bagian portofolio secara terpisah, misalnya setelah keterampilan, agar mudah ditemukan oleh rekruter.

Pendidikan

Bagian pendidikan dalam CV mencerminkan latar belakang akademis serta gelar formal yang Anda miliki, mulai dari sekolah hingga perkuliahan.

Untuk melamar ke posisi pekerja industri kreatif, Anda memerlukan gelar formal, seperti sarjana di jurusan tertentu. Banyak rekruter bahkan membatasi jurusan apa saja yang dapat melamar. Jadi, jika Anda memiliki gelar pendidikan, atau pelatihan yang menunjukkan keterampilan relevan seperti penguasaan paket adobe premiere dan kemampuan storytelling visual digital, jangan lupa untuk mencantumkannya.

Tuliskan dengan format kronologi terbalik agar rekruter langsung melihat pendidikan terakhir Anda. Pastikan mencantumkan nama institusi, jurusan, gelar, IPK atau nilai rapor, serta tahun pendidikan. Bila ada, sertakan prestasi akademik, mata kuliah atau mata pelajaran pendukung, atau penghargaan yang diraih.

Terakhir, jika masih ada banyak ruang kosong, Anda juga bisa menuliskan prestasi atau penghargaan akademis dalam format bullet points agar lebih mudah dibaca oleh rekruter.

Sarjana Desain Komunikasi Visual, 2018 - 2021
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Keterampilan

Keterampilan seperti penguasaan paket adobe premiere dan adaptasi cepat terhadap perubahan sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, terutama untuk posisi pekerja industri kreatif. Mencantumkan skill dalam CV adalah langkah yang tak boleh terlewat. CV yang baik wajib memuat dua jenis keterampilan: hard skill dan soft skill. Yuk, simak penjelasan serta contohnya.

Hard Skills

Hard skill adalah kemampuan teknis yang bersifat spesifik dan dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan benar. Contohnya keahlian menggunakan sebuah tools atau software, hingga menggunakan metode atau teknik tertentu. Hindari mencantumkan hard skill yang terlalu umum dan terkesan pasaran. Lebih baik fokus pada skill teknis yang spesifik. Artinya, skill tersebut benar-benar disebutkan pada loker posisi pekerja industri kreatif yang Anda lamar. Umumnya, 3-5 hard skill sudah cukup untuk dicantumkan, tergantung isi lowongan dan kualifikasi yang dicari perusahaan. Sebaiknya letakkan bagian ini setelah pengalaman kerja agar terlihat korelasinya.

Hard skill yang menarik perhatian adalah yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Artinya, fokuslah pada skill yang benar-benar dibutuhkan di bidang seni dan posisi terkait.

Berikut ini beberapa hard skill yang paling sering dibutuhkan untuk menjadi seorang pekerja industri kreatif.

  • Penguasaan adobe creative cloud
  • Keahlian UX/UI mobile apps
  • Pengelolaan proyek kreatif multimedia

Soft Skills

Soft skill adalah kombinasi antara kemampuan interpersonal kepribadian yang membuat Anda mampu bekerja sama dengan baik dan menyesuaikan diri sebagai seorang pekerja industri kreatif di lingkungan kerja. Keterampilan ini menjadi pelengkap dari hard skill dan memberi gambaran bagi rekruter tentang etos kerja Anda dan cara mengelola tanggung jawab.

Relevansi tetaplah penting. Soft skill di CV yang sesuai dengan posisi yang dilamar biasanya memberi nilai tambah di mata HR. Maka dari itu, tulislah soft skill yang spesifik. Semakin tinggi jabatan yang dituju, semakin spesifik pula skill yang dibutuhkan.

Agar tidak bingung, berikut ini adalah daftar soft skill yang biasanya dibutuhkan untuk posisi pekerja industri kreatif.

  • Kreativitas dalam pemecahan masalah
  • Komunikasi efektif antar tim
  • Kolaborasi tim lintas divisi

Tips Ahli:

CDC Universitas Ahmad Dahlan menekankan pentingnya format CV yang bersih dan informatif sehingga estetika tidak mengalahkan keterbacaan. (1)

Sertifikasi, Kursus, dan Lisensi

Lisensi dan sertifikasi merupakan tanda resmi bahwa Anda telah lulus pelatihan atau pendidikan dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh seorang pekerja industri kreatif. Adanya sertifikasi dalam CV bisa menjadi nilai plus dan bukti konkret bahwa Anda kompeten di bidang seni. Pastikan sertifikasi yang Anda sertakan ada kaitannya dengan skill yang dicari, atau relevan dengan bidang industri atau posisi yang Anda tuju.

Nah, berikut adalah beberapa contoh sertifikasi yang relevan untuk posisi pekerja industri kreatif plus cara menulisnya.

  • Pelatihan Desain Grafis Lanjutan, 2023
  • Pelatihan Manajemen Proyek Kreatif, 2023
  • Adobe Certified Expert, 2023

Kemampuan Bahasa

Mencantumkan kemampuan bahasa di CV adalah langkah strategis yang sebaiknya dilakukan, tidak hanya untuk profesi yang berhubungan langsung dengan bahasa seperti penerjemah, tapi juga untuk hampir semua jenis pekerjaan, termasuk seorang pekerja industri kreatif. Sebab, kemampuan bahasa memperlihatkan kemampuan Anda dalam menjalin kerja sama dengan kolega dari latar belakang budaya dan bahasa yang beragam.

Anda dapat menjelaskan kemampuan bahasa asing di CV dengan beberapa cara. Cara paling sederhana adalah deskripsi seperti di bawah ini:

  • Bahasa Inggris: Lancar
  • Bahasa Spanyol: Menengah

Untuk memberikan gambaran kemampuan yang lebih terukur, Anda dapat menggunakan standar internasional seperti Common European Framework of Reference (CEFR). Dengan standar ini, tingkatan skill bahasa Anda adalah sebagai berikut:

  • A1: Beginner
  • A2: Elementary
  • B1: Intermediate
  • B2: Upper intermediate
  • C1: Advanced
  • C2: Proficiency
Baca artikel kami lainnya untuk pelajari panduan penting tentang menyiapkan berkas lamaran kerja:

Bagian Pendukung Lainnya

Selain elemen wajib dalam CV, Anda bisa menyisipkan informasi pendukung yang dapat menjadi nilai tambah di mata perekrut. Pastikan bagian pendukung berikut benar-benar memberi kontribusi terhadap kekuatan CV Anda, bukan sekadar mengisi ruang kosong.

Hobi dan Minat

Menambahkan hobi di CV bisa menjadi poin plus jika hobi tersebut mencerminkan keterampilan yang relevan dengan bidang seni atau posisi yang dilamar. Ini juga bisa membuat Anda lebih menonjol dibanding kandidat lain. Jika Anda melamar ke lowongan magang dan belum memiliki pengalaman kerja, mencantumkan hobi yang relevan sangatlah disarankan. Tapi sebaiknya selektif, hindari menulis hobi di CV industri kreatif yang tak mencerminkan karakter atau nilai tambah apa pun pada CV.

Prestasi dan Penghargaan

Prestasi dan penghargaan bisa ditulis secara terpisah di CV agar terlihat lebih menonjol. Tools pembuat CV Jobseeker punya fitur yang membantu menyorot bagian ini secara efektif agar rekruter lebih mudah melihatnya. Bagian ini cukup penting di CV karena dapat menjadi ruang untuk menunjukkan pencapaian yang belum tentu orang lain punya, baik pencapaian di masa pendidikan maupun profesional.

Volunteer

Menuliskan kegiatan volunteer di CV bisa menunjukkan bahwa Anda adalah seorang pekerja industri kreatif yang proaktif dan peduli sesama. Pilihlah pengalaman volunteer yang berhubungan dengan skill atau bidang kerja yang Anda lamar. Cantumkan secara rinci layaknya pengalaman kerja, termasuk jabatan, nama lembaga, lama kegiatan, dan tugas-tugas yang Anda lakukan selama jadi relawan.

Temuan Data:

Jika Anda ingin menambahkan foto di CV, pastikan HR tahu alasannya. Misalnya, lowongan memang mewajibkan adanya foto. Sebagian HR tidak masalah dengan gambar di CV jika memang relevan, sedangkan 46% di antaranya masih lebih suka CV yang hanya berisi teks. (2)

Kata Kerja Profesional untuk CV Industri Kreatif

Salah satu hal yang menentukan deskripsi pengalaman kerja terdengar menarik atau biasa saja adalah penggunaan kata kerja di CV pekerja industri kreatif. Pemilihan kata kerja yang tepat dapat memberikan kesan lebih kuat, profesional, dan berdampak. Kalimat seperti "Bertanggung jawab atas" kurang menunjukkan kontribusi nyata. Gantilah dengan kata kerja yang lebih spesifik, seperti mengedit, merancang, atau kata kerja lainnya dari daftar berikut.

  • Menciptakan
  • Merancang
  • Mengonsep
  • Mengedit
  • Memvisualisasikan
  • Memproduksi
  • Memasarkan
  • Mengkomunikasikan
  • Berkolaborasi
  • Menyusun

Contoh CV Industri Kreatif

Semua bagian penting dari CV industri kreatif telah kita bahas, lengkap dengan cara membuat dan contohnya satu per satu. Sekarang, saatnya Anda melihat contoh CV lengkap di bawah ini sebagai referensi untuk membuat CV yang solid dan relevan.

Bagus Anggara
Senior Desainer Grafis Industri Kreatif

Jl. Panglima Polim No. 42, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12160

bagus-anggara@example.com

(111) 222 33 444 55

linkedin․com/in/bagus–anggara–123

Pekerja industri kreatif dengan 3 tahun pengalaman sebagai desainer grafis, mengembangkan konsep visual untuk kampanye digital. Meningkatkan engagement media sosial hingga 40% dalam enam bulan. Lulusan Sarjana Desain Komunikasi Visual.

Pengalaman Kerja

Spesialis Desain Grafis

2023

-

2026

PT Kreasi Visual Nusantara (Surabaya)

  • Merancang identitas merek untuk 15 klien startup sehingga meningkatkan kesadaran merek hingga 40%.
  • Memproduksi materi kampanye digital yang berhasil menarik 50.000 interaksi organik dalam sebulan.
  • Mendesain kemasan produk baru untuk 3 perusahaan FMCG sehingga mempercepat waktu peluncuran ke pasar.
Pendidikan

Sarjana Desain Komunikasi Visual

2018

-

2021

Universitas Indonesia (Depok)

Keahlian
  • Penguasaan adobe creative cloud

  • Keahlian UX/UI mobile apps

  • Pengelolaan proyek kreatif multimedia

Kualifikasi
  • Kreativitas dalam pemecahan masalah

  • Komunikasi efektif antar tim

  • Kolaborasi tim lintas divisi

Sertifikat
  • Pelatihan Desain Grafis Lanjutan

  • Pelatihan Manajemen Proyek Kreatif

Bahasa
  • Bahasa Indonesia - Penutur asli

  • Bahasa Inggris - Tingkat lanjutan

Bingung memadatkan pengalaman Anda dalam satu halaman? Coba lihat beberapa contoh CV dari kami sebagai referensi.

Tips Membuat CV yang Menarik Perhatian Rekruter

Hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Mulai CV Anda dengan ringkasan singkat tentang diri Anda, menggambarkan kualifikasi utama yang dimiliki.
  • Gunakan format penulisan yang seragam mulai dari jenis font, spasi, hingga penempatan judul.
  • Buat bagian "Keterampilan" terpisah dengan bagian lain, tampilkan yang betul-betul dibutuhkan posisi pekerja industri kreatif.
  • Pilih kata kerja yang kuat dan aktif saat menulis deskripsi pengalaman kerja untuk menambah kesan yang kuat.
  • Jangan bertele-tele, buat seringkas mungkin. CV yang ringkas memberi kesan Anda tahu apa yang penting.

Langkah yang perlu dihindari:

  • Jangan gunakan alamat email sembarangan. Email seperti “gantengmanja123@...” bisa membuat rekruter ragu
  • Jangan masukkan pengalaman yang tidak relevan dengan posisi pekerja industri kreatif. Rekruter mungkin merasa informasinya tak dibutuhkan.
  • Hindari menyisipkan info bohong atau palsu. Kejujuran adalah kunci dalam menulis CV.
  • Jangan gunakan desain atau hiasan berlebihan. Lebih baik CV simpel yang lolos ATS daripada tidak terbaca.
  • Jangan salah memasukkan info kontak. Pastikan email dan nomor HP yang Anda cantumkan aktif.

Cara Membuat CV Industri Kreatif ATS-friendly

ATS atau Applicant Tracking System adalah sistem digital yang membantu perusahaan menyaring CV pelamar sebelum ditinjau oleh HR. Sistem ATS bekerja dengan mencocokkan kata kunci dari lowongan kerja dengan informasi yang ada di CV seperti pengalaman, pendidikan, dan keterampilan.

CV yang tidak cocok akan langsung tersisih. Agar CV Anda tidak tereliminasi, simak panduan membuat CV industri kreatif yang ATS-friendly berikut ini.

  • Buat desain CV yang sederhana, hanya berisi teks, dan bebas elemen visual seperti tabel atau gambar adalah kunci agar bisa dibaca oleh ATS.
  • Pilih font standar seperti Arial, Calibri, atau Times New Roman dengan ukuran yang mudah dibaca. Font yang terlalu dekoratif akan sulit terbaca sistem.
  • Perhatikan kata kunci dalam lowongan kerja pekerja industri kreatif dan sesuaikan dengan isi CV Anda, terutama bagian pengalaman dan kemampuan.
  • Format terbaik untuk menyimpan CV adalah PDF atau DOCX, kecuali perusahaan memberi instruksi lain.
  • Gunakan struktur CV yang logis dan konsisten, dengan judul atau subheading yang mudah dikenali sistem, seperti Pengalaman Kerja, Keterampilan, atau Riwayat Pendidikan.

Membuat CV ATS bisa menjadi tantangan tersendiri karena ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Untuk memudahkan Anda, langsung gunakan template CV yang tersedia di Jobseeker untuk menyusun CV ATS dalam hitungan menit!

Kunci Keberhasilan Saat Membuat CV Industri Kreatif

Kesuksesan melamar kerja sebagai seorang pekerja industri kreatif sangat dipengaruhi oleh kualitas CV yang Anda buat. Pastikan CV Anda rapi, mudah dibaca, dan sesuai dengan kebutuhan posisi yang dilamar, terutama dengan memperhatikan format dan penggunaan kata kunci.

Nah, Anda tak perlu bingung harus buat CV dari nol. Gunakan tools pembuat CV dari Jobseeker lengkap dengan template profesional. Coba sekarang dan rasakan kemudahannya!

FAQ

Apakah wajib menambahkan foto di CV industri kreatif?

Menambahkan foto di CV tidaklah wajib, kecuali jika perusahaan secara eksplisit memintanya. Khusus untuk CV pekerja industri kreatif yang akan dipindai oleh ATS, sebaiknya hindari menyisipkan foto karena bisa menyulitkan sistem membaca isi CV.

Anda bisa tetap menampilkan identitas profesional melalui tautan LinkedIn, pastikan foto profil Anda terlihat rapi dan profesional.

Bagaimana cara membuat surat lamaran kerja untuk posisi pekerja industri kreatif?

Surat lamaran kerja adalah pelengkap penting yang dapat menarik minat HRD untuk membaca CV Anda lebih lanjut. Oleh sebab itu, buatlah surat lamaran yang relevan dengan posisi yang Anda lamar, bukan sekadar salin-tempel dari surat sebelumnya.

Susun surat lamaran pekerja industri kreatif dalam tiga bagian utama: awali dengan perkenalan, lanjutkan dengan rangkuman pengalaman dan pencapaian terbaik, lalu tutup dengan harapan untuk dihubungi atau diberi kesempatan interview.

Jelajahi berbagai contoh surat lamaran kerja dari Jobseeker sebagai referensi untuk menyusun surat yang menarik dan profesional.

Jangan lupa, surat lamaran yang efektif juga bisa menjadi nilai tambah. Anda bisa cek template surat lamaran kerja kami untuk mempermudah prosesnya.

Bagaimana cara membuat CV industri kreatif tanpa pengalaman kerja?

Saat belum punya pengalaman kerja, Anda bisa menonjolkan pendidikan, keterampilan, kegiatan organisasi, volunteer, atau magang dalam CV.

Selain itu, gunakan bagian "Profil Singkat" atau "Tentang Saya" untuk menunjukkan motivasi, minat karier, dan kelebihan Anda secara ringkas.

Intinya, cantumkan pengalaman yang tetap bisa menunjukkan Keterampilan & potensi Anda yang relevan dengan posisi pekerja industri kreatif yang dilamar.

Bagaimana cara membuat headline untuk CV industri kreatif yang menarik?

Headline CV menampilkan ringkasan tentang siapa Anda dan kompetensi Anda, agar rekruter langsung mengenali Anda sejak impresi pertama.

Hindari headline yang generik seperti "fresh graduate" atau "jobseeker". Soroti kualifikasi utama dan level profesional Anda untuk menunjukkan nilai yang lebih spesifik.

Jaga headline tetap singkat dan tajam, cukup 4-5 kata agar impactful.

Simak contoh headline CV pekerja industri kreatif yang bisa Anda gunakan berdasarkan level pengalaman berikut:

  • Desainer Grafis Tingkat Pemula
  • Senior Desainer Grafis Industri Kreatif
  • Senior Desainer Grafis Industri Kreatif

Referensi:

  1. Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Membuat CV yang Otomatis Dilihat HRD
  2. Jobseeker, Tren & Statistik HR
Bagikan via:
Penulis

Seorang digital content writer dengan 4+ tahun pengalaman di industri edutech dan rekrutmen. Berpengalaman membuat berbagai format konten, ia berkomitmen menciptakan tulisan yang tidak hanya bernilai bagi audiens, tetapi juga berdampak positif bagi bisnis.

Buat rekruter terkesan dengan CV Anda.

Panduan langkah demi langkah untuk membuat CV profesional dalam hitungan menit.

Baca lebih lanjut