Ditulis oleh Alisatul Aini, Penulis • Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2026

Contoh CV modeling

Untuk posisi modeling, biasanya rekruter mencari kandidat yang punya keterampilan utama seperti teknik posing ekspresif, kemampuan beradaptasi dengan cepat, dan ketepatan waktu dalam jadwal. Jika ingin lolos ke tahap selanjutnya, pastikan Anda mengirim CV yang mampu memamerkan keterampilan dan pengalaman Anda. Melalui artikel ini, Anda akan belajar bagaimana cara membuat CV modeling yang mampu ciptakan kesan pertama yang kuat di mata HRD. Tersedia juga tips-tips penting disertai contoh yang bisa Anda jadikan panduan.

Salah satu bagian paling menantang dalam proses rekrutmen adalah pembuatan CV yang mampu menarik perhatian HRD. CV yang disusun dengan baik bisa jadi kunci utama menuju tahap rekrutmen berikutnya. Tak perlu bingung harus mulai dari mana, ayo mulai dengan membahas bagian-bagian utama dalam CV untuk posisi modeling.

Struktur dan Format CV modeling

Elemen utama dalam CV umumnya sama, terlepas dari level pengalaman kerja. Yang utama adalah mampu menunjukkan bahwa Anda punya potensi menjadi seorang modeling yang baik.

CV umumnya menyesuaikan level pengalaman pelamar, namun bagian-bagian berikut ini bisa menjadi acuan Anda.

Header CV Modeling

Bagian header pada CV harus berisi informasi utama seperti nama lengkap, email aktif, dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Bagian ini sangat penting agar perusahaan mengetahui siapa Anda dan bisa menghubungi Anda kembali jika ada pertanyaan atau mengabari hasil seleksi.

Pada bagian header CV modeling, gunakan email yang rapi tanpa angka/simbol, cek kembali kontak Anda, dan sertakan link ke profil LinkedIn agar rekruter langsung tahu siapa Anda.

Nadia Sutrisno
nadia-sutrisno@example.com
(111) 222 33 444 55
Jl. Teuku Cik Ditiro No.2, RT 001/RW 03, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310
linkedin․com/in/nadia–sutrisno–123

Deskripsi Diri

Bagian deskripsi diri bisa Anda ubah judulnya menjadi Profil Diri atau Tentang Saya. Meskipun namanya bisa berbeda-beda, fungsi bagian ini tetap sama. Jadikan bagian ini sebagai ringkasan yang tak hanya berisi perkenalan diri dasar, tetapi memamerkan kelebihan dan pengalaman Anda. Cocokkan isinya dengan kualifikasi yang perusahaan cari.

Selain menyebutkan kemampuan, riwayat pekerjaan, dan pendidikan, tambahkan juga objektif karier di dalam CV yang menunjukkan kesesuaian rencana masa depan Anda dengan posisi terkait.

Bagian deskripsi diri Anda di CV modeling akan lebih terlihat unggul dibandingkan pelamar lain jika menggambarkan skill utama yang sesuai dengan posisi yang dituju, lengkap dengan pencapaian yang dicantumkan dalam bentuk angka. Simak contoh di bawah ini sebagai referensi.

Contoh yang baik:

Model profesional dengan lima tahun pengalaman, telah menyelesaikan 50 sesi pemotretan komersial untuk brand ternama. Berhasil meningkatkan engagement klien hingga 35%. Lulusan S1 Desain Busana yang mahir beradaptasi cepat.

Contoh yang salah:

Model berpengalaman dengan latar belakang desain busana yang mampu bekerja dengan berbagai tim kreatif, memiliki fleksibilitas tinggi dalam berbagai proyek pemotretan, dan dikenal adaptif dalam lingkungan kerja yang dinamis.

Umumnya, deskripsi diri yang kurang menarik hanya berisi perkenaan diri umum saja, tanpa pencapaian atau skill yang terbukti sehingga rekruter tidak melihat adanya kecocokan.

Pengalaman Kerja

Pada bagian pengalaman kerja di CV, cantumkan seluruh riwayat profesional yang pernah dijalani, baik dalam bentuk pekerjaan penuh waktu, paruh waktu, pekerjaan lepas (freelance), maupun pengalaman magang. Pengalaman kerja yang paling baru umumnya lebih menggambarkan kemampuan Anda saat ini. Oleh karena itu, susun riwayat kerja dari yang terbaru dan relevan, serta tekankan skill atau pengetahuan yang dicari di lowongan modeling.

Rincian pengalaman kerja tidak perlu terlalu panjang, tetapi harus padat dan berdampak. Deskripsikan jobdesc dan sertakan pencapaian yang dapat diukur. Gunakan bullet points untuk mempermudah pembaca, dan pilih 3–5 poin yang paling mencerminkan skill utama yang relevan.

CV yang berpeluang lolos biasanya terdapat pengalaman kerja yang tidak hanya menjelaskan tugas harian, tapi juga kontribusi nyata dan hasil kerja yang terukur. Jangan lupa cek kembali lowongan kerja dan sematkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk gambaran yang lebih jelas, berikut contoh pengalaman kerja yang ditulis dengan baik di dalam CV modeling.

Contoh yang baik:

Model Profesional, Januari 2023 - Sekarang
PT Cahaya Model Indonesia, Bandung

  • Memenangkan penghargaan Model of the Year pada Indonesian Fashion Week dengan penampilan di 15 runway designer lokal dan internasional.
  • Mengantongi kontrak eksklusif dengan PT L’Oréal Indonesia sebagai brand ambassador selama dua musim berturut-turut.
  • Menjadi cover girl majalah Vogue Indonesia edisi Mei 2023 dan meningkatkan penjualan sebesar 30 persen.

Contoh yang salah:

Model Profesional, Januari 2023 - Sekarang
PT Cahaya Model Indonesia, Bandung

  • Menghadiri berbagai sesi pemotretan untuk klien fesyen dan komersial guna mendukung kampanye merek.
  • Menyajikan berbagai pose dan ekspresi visual sesuai arahan sutradara untuk kebutuhan katalog dan iklan.
  • Berpartisipasi dalam peragaan busana dan kampanye promosi produk untuk meningkatkan citra merek di berbagai acara.

Contoh di atas juga memperlihatkan penulisan pengalaman kerja yang kurang efektif karena tidak menonjolkan nilai tambah Anda. Sebab, penjelasannya terlalu datar. Tidak menunjukkan keunikan pengalaman Anda, tidak ada hasil yang bisa diukur, sehingga terkesan kurang relevan dengan posisi yang dilamar.

Keterampilan

Menunjukkan skill di CV seperti teknik catwalk profesional dan kemampuan beradaptasi dengan cepat sangatlah penting, karena itu merupakan beberapa keterampilan utama yang sering dicari perusahaan untuk posisi modeling. Dua jenis skill yang harus tercantum dalam CV adalah hard skill dan soft skill. Apa perbedaan antara keduanya serta seperti apa contohnya? Ini dia penjelasannya.

Hard Skills

Hard skill adalah kemampuan teknis yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjan. Tiap pekerjaan memerlukan hard skill yang berbeda-beda, tapi umumnya kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan software, tools, atau metode tertentu. Hindari mencantumkan hard skill yang terlalu umum dan terkesan pasaran. Lebih baik fokus pada skill teknis yang spesifik. Artinya, skill tersebut benar-benar disebutkan pada loker posisi modeling yang Anda lamar. Sebenarnya, mencantumkan 3-5 hard skill saja sudah cukup, tapi sesuaikan juga dengan detail lowongan kerja. Letaknya biasanya setelah bagian pengalaman kerja untuk memperkuat relevansi keduanya.

Hard skill yang berpotensi paling dilirik adalah yang paling relevan dengan industri kecerdasan buatan dan kebutuhan perusahaan. Relevansi skill adalah faktor penting dalam seleksi awal.

Sebagai gambaran, ini dia daftar hard skill yang sering dicari untuk menjadi seorang modeling.

  • Teknik catwalk profesional
  • Teknik posing ekspresif
  • Manajemen portofolio digital

Soft Skills

Soft skill adalah kemampuan interpersonal atau karakter pribadi yang membantu Anda berkomunikasi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri sebagai seorang modeling. Keterampilan ini melengkapi hard skill, dan sering kali menjadi penilaian utama dalam menentukan kecocokan budaya kerja, etos kerja, dan gaya kerja Anda.

Soft skills di CV yang dianggap menarik biasanya yang memang relevan dengan kualifikasi yang ditetapkan perusahaan. Itulah kenapa menuliskan soft skill yang sesuai dengan informasi pada lowongan kerja sangatlah penting.

Ini dia beberapa contoh soft skill yang umum dicari untuk peran modeling.

  • Kemampuan beradaptasi dengan cepat
  • Komunikasi efektif dengan tim
  • Ketepatan waktu dalam jadwal

Pendidikan

Bagian latar belakang pendidikan di CV berfungsi untuk menampilkan riwayat dan pencapaian akademis Anda, mulai dari sekolah hingga kuliah.

Beberapa rekruter tidak terlalu mempermasalahkan gelar saat merekrut posisi modeling, asalkan Anda memiliki keterampilan yang dibutuhkan di bidang kecerdasan buatan. Kendati demikian, riwayat pendidikan non-formal seperti kursus untuk melatih keterampilan teknik posing ekspresif dan manajemen portofolio digital, atau sertifikasi Certificate in Fashion Modeling tetap dapat bernilai di mata rekruter.

Tulislah dalam format kronologi terbalik, artinya, pendidikan paling terakhir ditulis paling awal. Tuliskan informasi lengkap, mulai dari nama institusi, jurusan, gelar, nilai IPK atau rapor, dan tahun masuk-lulus. Anda juga bisa tambahkan prestasi, mata kuliah atau pelajaran yang relevan, hingga penghargaan yang pernah diraih.

Nah, jika masih banyak ruang kosong di CV, gunakan bullet points agar informasi pelengkap seperti prestasi dan pengharagaan dapat lebih jelas dan mudah dibaca.

S1 Desain Busana, 2018 - 2021
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Sertifikasi, Kursus, dan Lisensi

Sertifikasi maupun lisensi merupakan indikator bahwa Anda telah memiliki keahlian yang dibutuhkan sebagai seorang modeling, dan telah melalui proses pelatihan atau pendidikan resmi yang diakui suatu lembaga. Dengan mencantumkan sertifikasi dalam CV, Anda menunjukkan bahwa Anda telah melalui serangkaian tes & proses dan siap menjalankan peran secara profesional di bidang kecerdasan buatan. Usahakan memilih sertifikasi yang benar-benar relevan dengan posisi yang dilamar agar tidak terkesan asal cantum.

Ini dia daftar sertifikasi yang umumnya dibutuhkan untuk posisi modeling dan cara menulisnya.

  • Certificate in Fashion Modeling, 2023
  • Diploma Pelatihan Modeling Profesional, 2023
  • Runway dan Catwalk Intensive Course, 2023

Kemampuan Bahasa

Menuliskan kemampuan bahasa di CV sangatlah direkomendasikan untuk semua profesi, termasuk seorang modeling. Jadi, tidak hanya yang berkaitan langsung dengan penerjemahan, penulisan, atau pekerjaan lintasnegara. Sebab, kemampuan bahasa memperlihatkan kemampuan Anda dalam menjalin kerja sama dengan kolega dari latar belakang budaya dan bahasa yang beragam.

Kemampuan bahasa asing dapat ditampilkan dengan berbagai metode di CV. Cara paling sederhana adalah menuliskannya secara deskriptif, contohnya:

  • Bahasa Inggris: Lancar
  • Bahasa Spanyol: Menengah

Sebagai alternatif, Anda bisa mencantumkan standar internasional yang umum digunakan, yaitu Common European Framework of Reference (CEFR). Jika menggunakan standar ini, skill bahasa Anda dikategorikan seperti berikut:

  • A1: Beginner
  • A2: Elementary
  • B1: Intermediate
  • B2: Upper intermediate
  • C1: Advanced
  • C2: Proficiency

Tips Ahli:

BPSDMI menekankan bahwa bahkan untuk posisi awal seperti pelayan atau pekerja ritel, keterampilan komunikasi dan kerja sama tim harus ditampilkan jelas dalam CV. (1)

Baca artikel kami lainnya untuk pelajari panduan penting tentang menyiapkan berkas lamaran kerja:

Bagian Pendukung Lainnya

Terdapat beberapa informasi pelengkap yang bisa ditambahkan ke CV untuk memberikan kesan yang lebih kuat kepada rekruter. Pastikan bagian pendukung berikut benar-benar memberi kontribusi terhadap kekuatan CV Anda, bukan sekadar mengisi ruang kosong.

Hobi dan Minat

Menambahkan hobi di CV bisa menjadi poin plus jika hobi tersebut mencerminkan keterampilan yang relevan dengan bidang kecerdasan buatan atau posisi yang dilamar. Ini juga bisa membuat Anda lebih menonjol dibanding kandidat lain. Jika Anda masih belum punya pengalaman kerja, atau ketika melamar ke posisi magang, bagian ini bisa membantu menunjukkan potensi Anda. Namun, jangan asal tulis, ya. Hindari menyebutkan hobi di CV modeling yang terlalu umum, tidak berkaitan, atau tidak mencerminkan sisi profesional Anda.

Volunteer

Menuliskan kegiatan volunteer di CV bisa menunjukkan bahwa Anda adalah seorang modeling yang proaktif dan peduli sesama. Pilihlah pengalaman volunteer yang berhubungan dengan skill atau bidang kerja yang Anda lamar. Anda bisa menulis bagian ini seperti menulis pengalaman kerja. Mulai dari posisi atau jabatan Anda, nama organisasi, waktu pelaksanaan, hingga deskripsi tugas.

Temuan Data:

Waktu HR sangat terbatas saat membaca CV. Rata-rata, mereka hanya menghabiskan waktu 30 detik. Anda harus tahu cara mengutamakan poin paling penting seperti skill, pendidikan, dan pencapaian meski belum punya pengalaman kerja. (2)

Kata Kerja Profesional untuk CV Modeling

Deskripsi pengalaman kerja Anda akan terkesan lebih powerful dan tidak terlalu pasaran berkat pemilihan kata kerja yang strategis. Tugas yang terkesan biasa saja dapat dibuat menjadi luar biasa dengan pemilihan kata yang tepat di CV modeling. Agar kontribusi Anda terlihat lebih jelas, hindari kata seperti "Bertanggung jawab atas". Gunakan menampilkan, memperagakan, atau kata kerja lain yang direkomendasikan berikut ini.

  • Berpose
  • Berjalan
  • Tersenyum
  • Menampilkan
  • Memperagakan
  • Menonjolkan
  • Menyesuaikan
  • Menjiwai
  • Mengomunikasikan
  • Memancarkan

Contoh CV Modeling

Kita telah mempelajari seluruh elemen penting dari CV modeling, mulai dari definisi hingga langkah penulisannya satu per satu. Yuk, lihat contoh CV lengkap berikut sebagai gambaran bagaimana menyusun dokumen lamaran yang padat dan profesional.

Nadia Sutrisno
Model Profesional Senior

Jl. Teuku Cik Ditiro No.2, RT 001/RW 03, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310

nadia-sutrisno@example.com

(111) 222 33 444 55

linkedin․com/in/nadia–sutrisno–123

Model fesyen berpengalaman 4 tahun dengan 12 pertunjukan runway per tahun dan pemotretan majalah lokal. Meningkatkan engagement media sosial 30% melalui kampanye digital. Menguasai pose kreatif, lulusan Sarjana Desain Busana.

Pengalaman Kerja

Model Fesyen Profesional

2023

-

2026

PT ProModel Fesyen Nusantara (Surabaya)

  • Memperagakan koleksi haute couture di Paris Fashion Week, memperoleh pujian kritikus mode internasional.
  • Menghadiri sesi foto sampul majalah Vogue Indonesia di Jakarta, meningkatkan permintaan layanan modeling.
  • Berpartisipasi sebagai finalis top 5 ajang Asia’s Next Top Model musim ke-7, memperluas jaringan profesional.
Pendidikan

Sarjana Desain Busana

2018

-

2021

Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta)

Keahlian
  • Teknik catwalk profesional

  • Teknik posing ekspresif

  • Manajemen portofolio digital

Kualifikasi
  • Kemampuan beradaptasi dengan cepat

  • Komunikasi efektif dengan tim

  • Ketepatan waktu dalam jadwal

Sertifikat
  • Certificate in Fashion Modeling

  • Diploma Pelatihan Modeling Profesional

Bahasa
  • Bahasa Indonesia - Penutur asli

  • Bahasa Inggris - Tingkat lanjutan

Bingung memadatkan pengalaman Anda dalam satu halaman? Coba lihat beberapa contoh CV dari kami sebagai referensi.

Tips Membuat CV yang Menarik Perhatian Rekruter

Hal-hal yang perlu dilakukan:

  • Tampilkan hasil kerja Anda dengan data konkret, misalnya: “meningkatkan efisiensi tim sebesar 20%”.
  • Sorot pengalaman & kemampuan yang paling relevan dengan posisi modeling pada CV dan surat lamaran.
  • Periksa kembali lamaran modeling Anda sebelum dikirim agar tidak ada kesalahan yang terlewat.
  • Tuliskan riwayat pendidikan Anda, terutama yang berkaitan langsung dengan bidang pekerjaan.
  • Pakai kata kerja yang menegaskan kontribusi Anda, untuk lebih terlihat unggul di mata perekrut.

Hal-hal yang harus dihindari:

  • Jangan gunakan singkatan yang kurang dikenal, terutama yang tidak berhubungan dengan posisi modeling.
  • Tak semua pengalaman perlu dicantumkan. Pilih yang benar-benar relevan dengan posisi modeling.
  • Jangan gunakan terlalu banyak kalimat pasif, sangat dianjurkan menggunakan kata kerja aktif.
  • Jangan gunakan alamat email tak profesional. Pastikan email cerminkan profesionalisme, misalnya pakai nama asli.
  • Jangan gunakan desain atau hiasan berlebihan. Lebih baik CV simpel yang lolos ATS daripada tidak terbaca.

Cara Membuat CV Modeling ATS-friendly

ATS atau Applicant Tracking System adalah sistem digital yang membantu perusahaan menyaring CV pelamar sebelum ditinjau oleh HR. ATS mempermudah proses rekrutmen dengan menyeleksi CV berdasarkan kesesuaian kata kunci yang ada dalam informasi lowongan dan isi CV Anda, mulai dari pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, dan lainnya.

CV yang tidak cocok akan langsung tersisih. Agar CV Anda tidak tereliminasi, simak panduan membuat CV modeling yang ATS-friendly berikut ini.

  • Gunakan format CV yang sederhana dan rapi. Biasanya, CV ATS berisi teks secara keseluruhan tanpa adanya tabel, grafik, foto, atau desain berlebihan.
  • Hindari font aneh atau yang seperti hiasan. Gunakan font profesional seperti Calibri atau Times New Roman agar bisa terbaca dengan baik oleh sistem.
  • Sertakan kata kunci dari deskripsi lowongan modeling, terutama di bagian pengalaman kerja dan keterampilan.
  • Simpan CV dalam format PDF atau .docx, kecuali perusahaan meminta format tertentu.
  • Susun CV Anda dengan heading yang jelas seperti "Pengalaman Kerja", "Pendidikan", dan "Keterampilan" agar sistem bisa mengenali isi dokumen.

Bingung mulai dari mana? Gunakan template CV ATS Jobseeker agar Anda tak perlu repot menyusun dari awal.

Kunci Keberhasilan Saat Membuat CV Modeling

Membuat CV yang efektif sangat penting untuk meningkatkan peluang Anda lolos seleksi sebagai seorang modeling dan menarik perhatian perekrut. Sebelum dikirim, pastikan CV mudah dibaca, lengkap dengan pengalaman dan keterampilan yang relevan, serta mengikuti standar ATS-friendly.

Nah, Anda tak perlu repot menyusun CV dari awal. Jobseeker hadir dengan tools pembuat CV dan beragam template profesional yang siap pakai. Yuk, coba sekarang!

FAQ

Bagaimana cara membuat surat lamaran kerja untuk posisi modeling?

Surat lamaran membantu memperkuat CV Anda dan bertujuan memengaruhi rekruter untuk meninjau lamaran lebih jauh lagi. Maka dari itu, hindari membuat surat lamaran yang terlalu umum. Setiap surat harus disesuaikan dengan posisi dan perusahaan.

Struktur surat lamaran modeling umumnya terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup. Perkenalkan diri Anda, soroti pengalaman paling relevan, dan akhiri dengan harapan agar lamaran ditindaklanjuti.

Butuh inspirasi menulis surat lamaran? Lihat kumpulan contoh surat lamaran kerja di Jobseeker dan temukan format yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jangan lupa, surat lamaran yang efektif juga bisa menjadi nilai tambah. Anda bisa cek template surat lamaran kerja kami untuk mempermudah prosesnya.

Bagaimana cara menyiapkan CV bagi yang sudah berpengalaman?

Tampilkan pencapaian kerja yang paling berdampak dan relevan dengan posisi yang dituju.

Gunakan struktur yang teratur, mulai dari pengalaman terbaru, untuk menunjukkan arah perkembangan karier Anda.

Hindari membuat CV terlalu panjang, cukup tampilkan pengalaman relevan dan prestasi terbaik Anda.

Bagaimana cara membuat headline untuk CV modeling yang menarik?

Headline CV bertujuan memberikan gambaran singkat tentang siapa Anda, latar belakang Anda, dan kompetensi Anda sebagai kandidat.

Menulis "fresh graduate" atau "jobseeker" saja tidak cukup untuk menarik perhatian HRD karena kurang spesifik. Tampilkan pendidikan, pengalaman, dan level profesional Anda agar lebih standout.

Pastikan headline singkat dan padat, sekitar 4-5 kata sudah cukup.

Di bawah ini adalah contoh headline CV modeling yang dikategorikan berdasarkan pengalaman kerja:

  • Model Pemula Berbakat
  • Model Profesional Senior
  • Model Senior Berpengalaman Industri Fashion

Seperti apa format CV modeling terbaik pada 2026?

Tiga format CV modeling yang masih relevan di 2026 adalah: kronologis (berbasis pengalaman), fungsional (berbasis keterampilan), dan kombinasi dari keduanya.

Format kronologis menonjolkan pengalaman kerja dan cocok untuk profesional senior, sementara fungsional menyorot skill dan sesuai untuk pemula. Kombinasi digunakan untuk memperkuat keduanya.

Agar hasilnya optimal, pilih format berdasarkan tingkat pengalaman Anda dan jenis pekerjaan yang sedang Anda incar.

Bagikan via:
Penulis

Seorang digital content writer dengan 4+ tahun pengalaman di industri edutech dan rekrutmen. Berpengalaman membuat berbagai format konten, ia berkomitmen menciptakan tulisan yang tidak hanya bernilai bagi audiens, tetapi juga berdampak positif bagi bisnis.

Buat rekruter terkesan dengan CV Anda.

Panduan langkah demi langkah untuk membuat CV profesional dalam hitungan menit.

Baca lebih lanjut