Ditulis oleh Alisatul Aini, Penulis • Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2026

Contoh CV jurnalis

Melamar ke posisi jurnalis biasanya mengharuskan kandidat untuk menampilkan keterampilan yang dicari perusahaan, mulai dari analisis data statistik, kemandirian inisiatif profesionalisme adaptabilitas, dan integritas objektivitas kreativitas empati. CV yang benar-benar menonjolkan keterampilan dan pengalaman Anda sangatlah penting untuk bisa menjadi kandidat yang dipertimbangkan perusahaan. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan panduan lengkap terkait cara membuat CV jurnalis yang optimal, dilengkapi dengan contoh dan tips penting untuk membuat lamaran Anda unggul dibanding kandidat lain.

Sangatlah wajar jika Anda merasa kesulitan saat menyusun CV yang benar-benar bisa mencerminkan skill dan pengalaman Anda. CV yang disusun dengan baik bisa jadi kunci utama menuju tahap rekrutmen berikutnya. Tak perlu berlama lagi, yuk, mulai dengan mempelajari bagian-bagian penting untuk membuat CV jurnalis Anda tampil menonjol di industri kreatif.

Struktur dan Format CV jurnalis

Secara umum, struktur CV jurnalis cenderung serupa, apa pun level pengalaman atau jenis posisi yang Anda incar. Yang terpenting, CV Anda harus menunjukkan bahwa Anda punya potensi untuk menjadi seorang jurnalis profesional.

Bagi profesional mid-level atau yang sudah bekerja selama 1-3 tahun, CV harus menunjukkan pengalaman kerja dan perjalanan karier yang sudah dicapai sejauh ini. Prioritaskan pengalaman yang paling relevan dengan syarat lowongan kerja jurnalis, yang berkaitan dengan skill, pengetahuan, atau pengalaman yang dicari.

Isi CV bisa bervariasi tergantung pengalaman yang dimiliki, namun panduan bagian-bagian berikut umumnya bisa dipakai semua orang.

Header CV Jurnalis

Header CV adalah bagian yang mencakup informasi pribadi dasar yang memperkenalkan identitas Anda pada perekrut, seperti nama, email, dan kontak yang bisa dihubungi. Tanpa informasi kontak yang jelas, rekruter tidak akan tahu siapa Anda dan bagaimana cara menghubungi Anda lebih lanjut.

Pada bagian header CV jurnalis, gunakan email yang rapi tanpa angka/simbol, cek kembali kontak Anda, dan sertakan link ke profil LinkedIn agar rekruter langsung tahu siapa Anda.

Ujang Hartono
ujang-hartono@example.com
(111) 222 33 444 55
Jl. Sudirman No.123, RT 02/RW 05, Kel. Menteng, Kec. Menteng, Jakarta Pusat 10310
linkedin․com/in/ujang–hartono–123

Deskripsi Diri

Deskripsi diri dalam CV juga dikenal dengan sebutan lain, misalnya Tentang Saya, Rangkuman Profil, atau Ringkasan Diri. Gunakan bagian ini untuk mengesankan rekruter dengan menunjukkan siapa Anda, kelebihan dan kualifikasi, serta alasan mengapa Anda cocok untuk posisi tersebut. Sertakan kata kunci yang selaras dengan deskripsi lowongan kerja.

Selain itu, lengkapi deskripsi diri di CV dengan skill, pengalaman, serta latar pendidikan Anda. Lalu, tambahkan objektif karier sebagai penegas bahwa jalur karier Anda sesuai dengan pekerjaan yang dilamar.

Bagian deskripsi diri Anda di CV jurnalis akan lebih terlihat unggul dibandingkan pelamar lain jika menggambarkan skill utama yang sesuai dengan posisi yang dituju, lengkap dengan pencapaian yang dicantumkan dalam bentuk angka. Simak contoh di bawah ini sebagai referensi.

Contoh yang baik:

Jurnalis senior berpengalaman menulis liputan investigasi dan fitur mendalam untuk media nasional. Lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi, menerbitkan 120 artikel dalam dua tahun terakhir. Berkontribusi meningkatkan trafik situs hingga 35%.

Contoh yang salah:

Jurnalis berpengalaman dengan keahlian menulis berbagai jenis liputan, mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim, senantiasa berorientasi pada kualitas dalam produksi konten berita sesuai kebutuhan media.

Deskripsi yang hanya memuat jargon umum seperti ‘disiplin’ dan ‘pekerja keras’ cenderung kurang menarik karena tidak didukung oleh pencapaian atau contoh nyata.

Pengalaman Kerja

Di bagian pengalaman kerja di CV, Anda bisa menunjukkan seberapa luas pengalaman profesional Anda. Pengalaman dalam bentuk apa pun, baik itu kerja penuh waktu, kerja sampingan, proyek freelance, maupun magang, semuanya bisa dicantumkan. Penempatan urutan pengalaman kerja sangat penting. Urutkan dari pengalaman terbaru, dan pastikan Anda menuliskan deskripsi di bawahnya yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dan kualifikasi yang disebutkan dalam lowongan jurnalis.

Bagian ini sebaiknya tidak hanya menjelaskan jobdesc sehari-hari, tetapi juga apa yang berhasil Anda capai. Tuliskan dalam bentuk bullet points yang jelas dan ringkas. Biasanya, 3-5 bullet points saja sudah cukup.

CV yang berpeluang lolos biasanya terdapat pengalaman kerja yang tidak hanya menjelaskan tugas harian, tapi juga kontribusi nyata dan hasil kerja yang terukur. Jangan lupa cek kembali lowongan kerja dan sematkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Mari lihat contoh berikut ini untuk mengetahui bagaimana sebaiknya pengalaman kerja ditulis di dalam CV jurnalis.

Contoh yang baik:

Jurnalis Senior, Januari 2023 - Sekarang
PT Media Metro Jaya, Surabaya

  • Menangani liputan investigasi korupsi yang memicu audit nasional dan perumusan kebijakan antikorupsi.
  • Memenangkan Penghargaan Dewan Pers atas laporan eksklusif tentang pelanggaran HAM di wilayah konflik.
  • Memimpin tim redaksi dalam peluncuran portal berita digital sehingga meningkatkan kunjungan pembaca hingga 150 persen.

Contoh yang salah:

Jurnalis Senior, Januari 2023 - Sekarang
PT Media Metro Jaya, Surabaya

  • Menulis artikel untuk berbagai macam topik media cetak dan daring.
  • Mengedit konten berita sebelum dipublikasikan di berbagai platform media.
  • Melakukan riset lapangan guna mendukung penyusunan laporan jurnalistik berkala.

Pada contoh di atas, Anda juga dapat melihat penulisan pengalaman kerja yang sebaiknya dihindari. Deskripsinya tidak mampu menjelaskan apa kontribusi yang Anda berikan dan tidak menyertakan bukti nyata berupa angka atau hasil kerja.

Portofolio

Tidak semua pekerjaan membutuhkan portofolio, tapi bagi Anda yang bekerja di bidang kreatif dan digital, mencantumkan portofolio di CV sangat dianjurkan. Ini menjadi bukti hasil kerja nyata Anda selama ini.

Cara memasukkan portofolio di CV jurnalis cukup dengan mencantumkan link ke file portofolio Anda (Google Drive atau website). Jangan lupa beri deskripsi seperti "Portofolio Video" agar rekruter langsung tahu isi dan konteksnya. Tempatkan bagian portofolio pada bagian khusus, seperti pada bagian setelah keterampilan, agar mudah dilirik rekruter.

Pendidikan

Bagian latar belakang pendidikan di CV berfungsi untuk menampilkan riwayat dan pencapaian akademis Anda, mulai dari sekolah hingga kuliah.

Untuk melamar ke posisi jurnalis, Anda memerlukan gelar formal, seperti sarjana di jurusan tertentu. Banyak rekruter bahkan membatasi jurusan apa saja yang dapat melamar. Jadi, jika Anda memiliki gelar pendidikan, atau pelatihan yang menunjukkan keterampilan relevan seperti verifikasi fakta digital dan pengelolaan konten CMS, jangan lupa untuk mencantumkannya.

Gunakan urutan kronologi terbalik, dengan pendidikan paling akhir dituliskan terlebih dahulu. Cantumkan detail lengkap seperti nama institusi, jurusan, gelar, IPK atau nilai rapor, serta tahun masuk dan lulus. Jika relevan, tambahkan prestasi, mata kuliah inti, atau penghargaan akademis.

Agar lebih informatif dan rapi, tampilkan poin-poin terkait prestasi, nilai, atau penghargaan tersebut dalam bentuk bullet points agar rekruter lebih muda membacanya.

Sarjana Ilmu Komunikasi, 2018 - 2021
Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat

Keterampilan

Menunjukkan skill di CV seperti penulisan berita dan integritas objektivitas kreativitas empati sangatlah penting, karena itu merupakan beberapa keterampilan utama yang sering dicari perusahaan untuk posisi jurnalis. CV Anda sebaiknya memuat dua jenis skill: hard skill dan soft skill agar dapat menggambarkan keterampilan secara keseluruhan.

Hard Skills

Hard skill adalah keterampilan teknis yang memungkinkan Anda menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan sesuai ekspektasi. Sering kali, keterampilan ini berkaitan erat dengan penggunaan software, tools, hingga metode atau teknik tertentu. Sebaiknya hindari mencantumkan hard skill yang terlalu umum. Fokus pada skill yang benar-benar dibutuhkan di posisi jurnalis yang Anda lamar, terutama jika posisi tersebut sudah di level senior. Umumnya, 3-5 hard skill sudah cukup untuk dicantumkan, tergantung isi lowongan dan kualifikasi yang dicari perusahaan. Sebaiknya letakkan bagian ini setelah pengalaman kerja agar terlihat korelasinya.

Hard skill yang paling relevan dengan industri komunikasi dan posisi yang dilamar berpotensi menjadi yang paling menarik bagi HRD. Pastikan Anda mencantumkan yang sesuai kebutuhan perusahaan.

Berikut ini beberapa hard skill yang paling sering dibutuhkan untuk menjadi seorang jurnalis.

  • Penulisan berita
  • Wawancara narasumber
  • Analisis data statistik

Soft Skills

Soft skill adalah kemampuan interpersonal atau karakter pribadi yang membantu Anda berkomunikasi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri sebagai seorang jurnalis. Tanpa soft skill, hard skill Anda bisa kurang optimal. Rekruter biasanya menilai soft skill untuk melihat bagaimana Anda bekerja di bawah tekanan atau dalam tim.

Relevansi tetaplah penting. Soft skill di CV yang sesuai dengan posisi yang dilamar biasanya memberi nilai tambah di mata HR. Maka dari itu, tulislah soft skill yang spesifik. Semakin tinggi jabatan yang dituju, semakin spesifik pula skill yang dibutuhkan.

Agar tidak bingung, berikut ini adalah daftar soft skill yang biasanya dibutuhkan untuk posisi jurnalis.

  • Integritas objektivitas kreativitas empati
  • Ketelitian verifikasi data sumber
  • Kemandirian inisiatif profesionalisme adaptabilitas

Tips Ahli:

Agar tampil profesional, CV sebaiknya mengutamakan kejelasan konten dengan format sederhana dan penggunaan jenis huruf yang mudah dibaca, seperti yang disarankan oleh Universitas Ahmad Dahlan. (1)

Sertifikasi, Kursus, dan Lisensi

Sertifikasi dan lisensi adalah bukti bahwa Anda telah mengikuti pelatihan, kursus, atau pendidikan non-formal dan dinilai telah menguasai skill tertentu sebagai seorang jurnalis. Sertifikasi dalam CV bisa menjadi nilai plus dan bukti konkret bahwa Anda kompeten di bidang komunikasi. Usahakan memilih sertifikasi yang benar-benar relevan dengan posisi yang dilamar agar tidak terkesan asal cantum.

Berikut ini beberapa jenis sertifikasi yang umumnya sesuai dengan posisi jurnalis dan cara menulisnya di CV.

  • Sertifikasi Kompetensi Wartawan, 2023
  • Sertifikasi Jurnalistik Digital, 2023
  • Diploma Jurnalistik Investigatif, 2023

Kemampuan Bahasa

Mencantumkan bahasa di CV sangatlah dianjurkan, bahkan jika pekerjaan Anda tidak berhubungan langsung dengan penerjemahan. Ini sudah menjadi kebutuhan dasar dunia kerja, termasuk untuk posisi seorang jurnalis. Kemampuan bahasa asing bisa menunjukkan pada rekruter bahwa Anda siap bekerja di lingkungan internasional & multikultural.

Kemampuan bahasa asing dapat ditampilkan dengan berbagai metode di CV. Cara paling sederhana adalah menuliskannya secara deskriptif, contohnya:

  • Bahasa Inggris: Lancar
  • Bahasa Spanyol: Menengah

Selain itu, Anda dapat menambahkan standar internasional untuk memperjelas kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah Common European Framework of Reference (CEFR). Jika menggunakan standar ini, kategori skill bahasa Anda adalah sebagai berikut:

  • A1: Beginner
  • A2: Elementary
  • B1: Intermediate
  • B2: Upper intermediate
  • C1: Advanced
  • C2: Proficiency
Jangan lewatkan artikel terkait lainnya yang bisa bantu Anda menyusun lamaran yang optimal untuk berbagai posisi:

Bagian Pendukung Lainnya

Selain elemen wajib dalam CV, Anda bisa menyisipkan informasi pendukung yang dapat menjadi nilai tambah di mata perekrut. Tambahkan informasi berikut ini hanya jika relevan dengan posisi yang Anda lamar atau ketika masih ada ruang kosong di CV Anda.

Hobi dan Minat

Hobi dalam CV bisa menjadi daya tarik tersendiri, apalagi jika mencerminkan kemampuan atau karakter yang dibutuhkan di industri komunikasi dan posisi yang Anda lamar. Jika Anda melamar ke lowongan magang dan belum memiliki pengalaman kerja, mencantumkan hobi yang relevan sangatlah disarankan. Namun, jangan asal tulis, ya. Hindari menyebutkan hobi di CV jurnalis yang terlalu umum, tidak berkaitan, atau tidak mencerminkan sisi profesional Anda.

Prestasi dan Penghargaan

Prestasi dan penghargaan sebaiknya ditampilkan dalam bagian khusus di CV agar lebih mudah menarik perhatian rekruter. Kalau Anda membuat CV di Jobseeker, ada fitur khusus yang bisa menonjolkan bagian ini, lho! Bagian ini cukup penting di CV karena dapat menjadi ruang untuk menunjukkan pencapaian yang belum tentu orang lain punya, baik pencapaian di masa pendidikan maupun profesional.

Volunteer

Volunteer dalam CV bisa menambah citra positif karena menunjukkan bahwa Anda merupakan seorang jurnalis yang inisiatif, peduli terhadap orang lain, dan punya semangat kolaborasi. Untuk hasil maksimal, pilih pengalaman yang sesuai dengan bidang kerja yang Anda lamar. Anda bisa menulis bagian ini seperti menulis pengalaman kerja. Mulai dari posisi atau jabatan Anda, nama organisasi, waktu pelaksanaan, hingga deskripsi tugas.

Temuan Data:

Lebih dari 80% HR sangat mempertimbangkan desain CV saat menyeleksi kandidat. Pastikan Anda memilih desain yang sesuai dengan posisi yang dituju dan tidak mengganggu keterbacaan ATS. (2)

Kata Kerja Profesional untuk CV Jurnalis

Kata kerja yang tepat di dalam CV jurnalis dapat membuat pengalaman kerja Anda terdengar lebih konkret dan berkesan bagi rekruter. Jobdesc yang sebelumnya terkesan biasa saja, bisa dibuat menjadi lebih profesional dan berdampak. Agar kontribusi Anda terlihat lebih jelas, hindari kata seperti "Bertanggung jawab atas". Gunakan mewawancarai, meneliti, atau kata kerja lain yang direkomendasikan berikut ini.

  • Menyelidiki
  • Meliput
  • Menulis
  • Mewawancarai
  • Meneliti
  • Menyunting
  • Menerbitkan
  • Menganalisis
  • Mendokumentasikan
  • Memverifikasi

Contoh CV Jurnalis

Anda sudah memahami berbagai bagian penting dari CV jurnalis, cara menuliskannya, dan contohnya satu per satu. Mari lihat contoh lengkap CV berikut ini. Contoh ini bisa Anda jadikan inspirasi untuk menyusun CV yang menarik perhatian rekruter.

Ujang Hartono
Jurnalis Senior Liputan Investigasi Multimedia

Jl. Sudirman No.123, RT 02/RW 05, Kel. Menteng, Kec. Menteng, Jakarta Pusat 10310

ujang-hartono@example.com

(111) 222 33 444 55

linkedin․com/in/ujang–hartono–123

Jurnalis investigasi dengan pengalaman empat tahun mengungkap lima kasus korupsi daerah. Laporan saya memicu penyelidikan legal dan meningkatkan transparansi lembaga pemerintahan. Lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi, memiliki kemampuan riset mendalam dan jaringan sumber luas.

Pengalaman Kerja

Reporter Investigasi

2023

-

2026

PT Investigasi Media Nusantara (Bandung)

  • Mengungkap sindikat korupsi pejabat daerah yang merugikan negara hingga Rp10 miliar melalui serangkaian publikasi mendalam.
  • Menelusuri praktik pencemaran lingkungan perusahaan batu bara yang memaksa pemerintah daerah menetapkan sanksi administratif tegas.
  • Mewawancarai narasumber kunci dalam kasus mafia tanah hingga menghasilkan laporan eksklusif berskala nasional.
Pendidikan

Sarjana Ilmu Komunikasi

2018

-

2021

Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta)

Keahlian
  • Penulisan berita

  • Wawancara narasumber

  • Analisis data statistik

Kualifikasi
  • Integritas objektivitas kreativitas empati

  • Ketelitian verifikasi data sumber

  • Kemandirian inisiatif profesionalisme adaptabilitas

Sertifikat
  • Sertifikasi Kompetensi Wartawan

  • Sertifikasi Jurnalistik Digital

Bahasa
  • Bahasa Indonesia - Penutur asli

  • Bahasa Inggris - Tingkat lanjutan

Belum yakin bagaimana menyusun CV 1 halaman dengan padat dan optimal? Pelajari beberapa contoh CV kami untuk memahami cara menyesuaikan isinya.

Tips Membuat CV yang Menarik Perhatian Rekruter

Tips penting yang perlu dilakukan:

  • Tampilkan riwayat pendidikan yang relevan, terutama jika Anda masih fresh graduate.
  • Awali CV dengan profil singkat yang memperkenalkan siapa Anda dan keunggulan utama Anda.
  • Buat daftar hard skill & soft skill Anda di bagian tersendiri dan yang paling relevan dengan posisi posisi jurnalis.
  • Gunakan statistik atau ukuran keberhasilan kuantitatif untuk membuat CV Anda lebih meyakinkan.
  • Buat CV yang rapi dengan format yang konsisten, untuk menciptakan kesan positif sejak awal dibaca.

Yang harus dihindari:

  • Jangan gunakan jargon atau istilah rumit, terutama yang tak ada kaitannya dengan posisi jurnalis.
  • Jangan tulis hobi yang tak mendukung karier atau posisi jurnalis, pilih yang masih ada kaitannya.
  • Jangan berbohong. Lebih baik pengalaman sedikit tapi nyata daripada banyak tapi fiktif.
  • Jangan masukkan pengalaman yang tidak relevan dengan posisi jurnalis. Rekruter mungkin merasa informasinya tak dibutuhkan.
  • Hindari penjabaran terlalu detail yang membuat CV terlalu panjang dan melebar kemana-mana.

Cara Membuat CV Jurnalis ATS-friendly

Applicant Tracking System (ATS) merupakan perangkat lunak yang digunakan perusahaan untuk memfilter CV secara otomatis sebelum masuk ke tahap seleksi HR. Sistem ini menilai CV dengan mencocokkan kata kunci dari lowongan dengan data pelamar seperti pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, dan skill.

Jika tidak lolos pemindaian ATS, CV bisa langsung ditolak. Yuk, simak cara menyusun CV jurnalis yang lolos seleksi ATS.

  • Buat desain CV yang sederhana, hanya berisi teks, dan bebas elemen visual seperti tabel atau gambar adalah kunci agar bisa dibaca oleh ATS.
  • Pilih font umum dan profesional seperti Arial atau Calibri agar isi CV bisa dipindai tanpa hambatan. Hindari font yang terlalu dekoratif karena ATS sulit membacanya.
  • Sertakan kata kunci dari deskripsi lowongan jurnalis, terutama di bagian pengalaman kerja dan keterampilan.
  • Simpan dokumen CV dalam format yang aman untuk dibaca ATS, seperti PDF atau DOCX.
  • Gunakan struktur CV yang rapi dan terorganisir. Berikan judul atau subheading yang familiar jelas bagi ATS seperti "Pengalaman Kerja","Riwayat Pendidikan" atau "Keterampilan".

Membuat CV ATS memang memerlukan ketelitian, tapi Anda bisa menghemat waktu dengan memakai template CV dari Jobseeker yang sudah pasti lolos sistem ATS!

Kunci Keberhasilan Saat Membuat CV Jurnalis

Kesuksesan melamar kerja sebagai seorang jurnalis sangat dipengaruhi oleh kualitas CV yang Anda buat. Pilih format yang tepat, gunakan kata kunci relevan, dan pastikan CV mudah dipindai oleh sistem ATS.

Sudah siap menyusun CV terbaik Anda? Jobseeker memudahkan Anda membuat CV tanpa harus mulai dari nol. Manfaatkan tools dan template profesionalnya sekarang juga!

FAQ

Apakah wajib menambahkan foto di CV jurnalis?

Tidak semua CV harus menyertakan foto, kecuali lowongan pekerjaan secara eksplisit memintanya. Untuk memastikan CV jurnalis Anda lolos sistem ATS, lebih baik hindari memasukkan foto yang berpotensi menghambat pemindaian.

Solusinya, cukup sertakan link LinkedIn yang aktif dan profesional agar rekruter bisa melihat profil Anda secara lengkap.

Bagaimana cara membuat surat lamaran kerja untuk posisi jurnalis?

Surat lamaran membantu memperkuat CV Anda dan bertujuan memengaruhi rekruter untuk meninjau lamaran lebih jauh lagi. Maka dari itu, hindari membuat surat lamaran yang terlalu umum. Setiap surat harus disesuaikan dengan posisi dan perusahaan.

Bagi surat lamaran jurnalis menjadi tiga bagian: pembuka (perkenalkan diri), isi (tampilkan pengalaman dan pencapaian terbaik), dan penutup (ajukan ajakan untuk meninjau atau menghubungi Anda).

Butuh inspirasi menulis surat lamaran? Lihat kumpulan contoh surat lamaran kerja di Jobseeker dan temukan format yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jangan lupa, surat lamaran yang efektif juga bisa menjadi nilai tambah. Anda bisa cek template surat lamaran kerja kami untuk mempermudah prosesnya.

Bagaimana cara membuat CV jurnalis tanpa pengalaman kerja?

Tanpa pengalaman kerja, Anda bisa mengisi CV dengan hal-hal seperti pendidikan terakhir, keterampilan utama, pengalaman organisasi, atau volunteer.

Selain itu, gunakan bagian "Profil Singkat" atau "Tentang Saya" untuk menunjukkan motivasi, minat karier, dan kelebihan Anda secara ringkas.

Semua bagian ini akan membantu rekruter melihat bahwa Anda punya potensi dan keterampilan yang relevan dengan posisi jurnalis yang layak dipertimbangkan.

Bagaimana cara membuat headline untuk CV jurnalis yang menarik?

Headline pada CV membantu memperkenalkan siapa Anda secara profesional dalam satu kalimat ringkas, sehingga bisa jadi penentu kesan palng awal.

Hindari headline yang generik seperti "fresh graduate" atau "jobseeker". Soroti kualifikasi utama dan level profesional Anda untuk menunjukkan nilai yang lebih spesifik.

Pastikan headline singkat dan padat, sekitar 4-5 kata sudah cukup.

Berikut beberapa contoh headline CV jurnalis yang disesuaikan dengan level pengalaman kerja:

  • Wartawan Pemula
  • Jurnalis Senior Liputan Investigasi Multimedia
  • Jurnalis Senior Dengan Pengalaman Luas

Referensi:

  1. Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Membuat CV yang Otomatis Dilihat HRD
  2. Jobseeker, Tren & Statistik HR
Bagikan via:
Penulis

Seorang digital content writer dengan 4+ tahun pengalaman di industri edutech dan rekrutmen. Berpengalaman membuat berbagai format konten, ia berkomitmen menciptakan tulisan yang tidak hanya bernilai bagi audiens, tetapi juga berdampak positif bagi bisnis.

Buat rekruter terkesan dengan CV Anda.

Panduan langkah demi langkah untuk membuat CV profesional dalam hitungan menit.

Baca lebih lanjut