Ditulis oleh Alisatul Aini, Penulis • Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2026

Contoh CV catering

Bagi Anda yang melamar ke posisi pekerja catering, penting untuk menampilkan keterampilan yang dicari perusahaan, seperti teknik plating profesional, kemampuan beradaptasi dengan cepat, dan komunikasi efektif antar tim. Jika ingin lolos ke tahap selanjutnya, pastikan Anda mengirim CV yang mampu memamerkan keterampilan dan pengalaman Anda. Nah, artikel ini akan mengulas cara menyusun CV catering yang mampu menarik perhatian rekruter, disertai tips dan contoh untuk membantu Anda saat menyusunnya sendiri.

Terkadang, cukup sulit untuk menyusun CV yang terlihat memukau di mata rekruter. Semakin memukau CV Anda, semakin besar pula peluang untuk lolos ke tahap rekrutmen berikutnya. Tak perlu bingung harus mulai dari mana, ayo mulai dengan membahas bagian-bagian utama dalam CV untuk posisi pekerja catering.

Struktur dan Format CV catering

Elemen utama dalam CV umumnya sama, terlepas dari level pengalaman kerja. Yang utama adalah mampu menunjukkan bahwa Anda punya potensi menjadi seorang pekerja catering yang baik.

Untuk kandidat berpengalaman (mid level), CV sebaiknya mampu menonjolkan pengalaman kerja Anda selama ini, beserta pencapaiannya. Pastikan pengalaman yang ditulis sesuai dengan kualifikasi yang terdapat pada lowongan pekerja catering, yang masih berkaitan dengan skill, pengetahuan, atau pengalaman yang dicari.

Meskipun isi CV bisa berbeda-beda, Anda bisa menggunakan bagian-bagian berikut yang secara umum banyak digunakan di Indonesia.

Header CV Catering

Di bagian paling atas, terdapat header CV di mana Anda perlu mencantumkan informasi penting seperti nama lengkap, email, dan nomor telepon. Tanpa informasi kontak yang jelas, rekruter tidak akan tahu siapa Anda dan bagaimana cara menghubungi Anda lebih lanjut.

Pada CV pekerja catering, gunakan email yang mencerminkan profesionalisme (hindari nama alay atau angka acak), pastikan kontak bisa dihubungi, dan sertakan LinkedIn untuk nilai plus

Lukman Effendi
lukman-effendi@example.com
(111) 222 33 444 55
Jl. Bunga Rampai No. 12 RT 05 RW 03, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12510
linkedin․com/in/lukman–effendi–123

Tentang Saya

Bagian deskripsi diri bisa Anda ubah judulnya menjadi Profil Diri atau Tentang Saya. Meskipun namanya bisa berbeda-beda, fungsi bagian ini tetap sama. Susun bagian ini dengan strategi agar Anda langsung menunjukkan bahwa kualifikasi Anda cocok dengan posisi yang dilamar. Caranya adalah dengan menonjolkan keahlian Anda yang juga disebutkan dalam iklan lowongan.

Selain itu, lengkapi deskripsi diri di CV dengan skill, pengalaman, serta latar pendidikan Anda. Lalu, tambahkan objektif karier sebagai penegas bahwa jalur karier Anda sesuai dengan pekerjaan yang dilamar.

Deskripsi diri di CV pekerja catering yang menarik perhatian rekruter adalah yang selaras dengan jobdesc dan mampu menyoroti keahlian utama yang dibutuhkan. Tambahkan juga pencapaian nyata yang bisa diukur, seperti data angka atau penghargaan, agar lebih meyakinkan. Anda bisa mengikuti struktur deskripsi diri pada contoh berikut.

Contoh yang baik:

Staf katering berpengalaman dengan 5 tahun menangani penyajian untuk acara hingga 200 tamu per sesi. Mengoptimalkan proses persiapan hingga 20% lebih efisien. Sarjana Teknologi Pangan mendukung kualitas sajian.

Contoh yang salah:

Staf katering berdedikasi dengan pengalaman luas dan latar belakang Sarjana Teknologi Pangan, mampu bekerja secara kolaboratif, beradaptasi dengan berbagai situasi, serta berfokus pada pemenuhan standar kualitas dan efisiensi proses.

Deskripsi yang hanya memuat jargon umum seperti ‘disiplin’ dan ‘pekerja keras’ cenderung kurang menarik karena tidak didukung oleh pencapaian atau contoh nyata.

Pengalaman Kerja

Pada bagian pengalaman kerja di CV, cantumkan seluruh riwayat profesional yang pernah dijalani, baik dalam bentuk pekerjaan penuh waktu, paruh waktu, pekerjaan lepas (freelance), maupun pengalaman magang. Susunan pengalaman kerja sebaiknya dimulai dari pekerjaan terakhir Anda, lalu mundur ke belakang. Fokuskan pada pengalaman yang paling relevan dengan posisi pekerja catering, karena ini dapat memberikan kesan bahwa Anda punya modal skill yang dibutuhkan.

Fokuslah menjelaskan tanggung jawab utama dan pencapaian yang telah Anda raih. Sebisa mungkin sertakan data atau angka sebagai bukti, dan susun dalam bentuk bullet point sebanyak 3–5 poin agar mudah dibaca.

Umumnya, pengalaman kerja yang dianggap bagus adalah yang mampu menggambarkan kontribusi, dampak nyata, dan pencapaian yang bisa diukur. Pastikan Anda mencocokkan pengalaman Anda dengan skill atau pengetahuan yang terdapat dalam lowongan kerja. Mari lihat contoh berikut ini untuk mengetahui bagaimana sebaiknya pengalaman kerja ditulis di dalam CV pekerja catering.

Contoh yang baik:

Staf Katering, Januari 2023 - Sekarang
PT Rasa Cita Mandiri, Bandung

  • Meningkatkan efisiensi distribusi hidangan hingga 30% melalui koordinasi tim yang lebih baik.
  • Mengurangi tingkat pemborosan bahan baku sebesar 25% dengan menerapkan sistem inventori baru.
  • Menyusun dan menyajikan menu spesial untuk acara korporat berskala besar dengan pujian klien.

Contoh yang salah:

Staf Katering, Januari 2023 - Sekarang
PT Rasa Cita Mandiri, Bandung

  • Menangani permintaan pelanggan sesuai standar layanan perusahaan.
  • Mengelola koordinasi antar tim untuk kelancaran operasional catering.
  • Memastikan kebersihan peralatan dan area kerja sebelum, selama, dan setelah acara.

Anda juga dapat melihat contoh penulisan pengalaman kerja yang kurang baik di atas karena kurang mencerminkan pencapaian spesifik. Alasannya, informasi yang ditulis masih terlalu umum, hanya menggambarkan tugas harian, tidak menggambarkan dampak atau pencapaian Anda secara konkret.

Pendidikan

Bagian pendidikan dalam CV mencerminkan latar belakang akademis serta gelar formal yang Anda miliki, mulai dari sekolah hingga perkuliahan.

Sebagian besar lowongan pekerja catering tidak mengharuskan gelar formal di bidang perhotelan, karena rekruter lebih mengutamakan keterampilan teknis. Namun, jika Anda pernah ikut pelatihan untuk belajar sertifikasi kebersihan pangan dan pemahaman standar GMP, atau ikut sertifikasi Sertifikat HACCP Level 1, sebaiknya tetap cantumkan di CV karena bisa menjadi nilai plus di mata rekruter.

Gunakan urutan kronologi terbalik, dengan pendidikan paling akhir dituliskan terlebih dahulu. Lengkapi dengan data seperti nama institusi, jurusan, gelar, IPK atau nilai, dan tahun masuk hingga lulus. Anda juga bisa menambahkan prestasi, pelajaran yang relevan, maupun penghargaan akademis.

Terakhir, jika masih ada banyak ruang kosong, Anda juga bisa menuliskan prestasi atau penghargaan akademis dalam format bullet points agar lebih mudah dibaca oleh rekruter.

Sarjana Teknologi Pangan, 2018 - 2021
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Keterampilan

Menunjukkan skill di CV seperti manajemen persediaan makanan dan ketepatan waktu dalam penyajian sangatlah penting, karena itu merupakan beberapa keterampilan utama yang sering dicari perusahaan untuk posisi pekerja catering. Dua jenis skill yang harus tercantum dalam CV adalah hard skill dan soft skill. Apa perbedaan antara keduanya serta seperti apa contohnya? Ini dia penjelasannya.

Hard Skills

Hard skill adalah kemampuan teknis yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjan. Tiap pekerjaan memerlukan hard skill yang berbeda-beda, tapi umumnya kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan software, tools, atau metode tertentu. Hindari mencantumkan hard skill yang terlalu umum dan terkesan pasaran. Lebih baik fokus pada skill teknis yang spesifik. Artinya, skill tersebut benar-benar disebutkan pada loker posisi pekerja catering yang Anda lamar. Umumnya, menuliskan 3–5 hard skill dalam CV sudah cukup, tapi Anda bisa periksa kembali informasi lowongan kerjanya. Letakkan setelah pengalaman kerja agar menunjukkan hubungan antara skill dan pengalaman Anda.

Hard skill yang paling relevan dengan industri perhotelan dan posisi yang dilamar berpotensi menjadi yang paling menarik bagi HRD. Pastikan Anda mencantumkan yang sesuai kebutuhan perusahaan.

Berikut ini beberapa hard skill yang paling sering dibutuhkan untuk menjadi seorang pekerja catering.

  • Manajemen persediaan makanan
  • Sertifikasi kebersihan pangan
  • Pengoperasian oven konveksi

Soft Skills

Soft skill merujuk pada cara Anda berinteraksi, berpikir, dan menanggapi situasi kerja. Keterampilan ini sangat mempengaruhi cara Anda bekerja sebagai seorang pekerja catering dan beradaptasi nantinya. Soft skill berperan melengkapi hard skill, dan sering dijadikan tolok ukur oleh rekruter untuk menilai etos kerja serta kemampuan Anda dalam menyelesaikan tugas.

Soft skills di CV yang dianggap menarik biasanya yang memang relevan dengan kualifikasi yang ditetapkan perusahaan. Semakin spesifik soft skill yang Anda tulis, semakin tinggi peluang lamaran Anda untuk dianggap cocok oleh rekruter.

Agar tidak bingung, berikut ini adalah daftar soft skill yang biasanya dibutuhkan untuk posisi pekerja catering.

  • Ketepatan waktu dalam penyajian
  • Kemampuan beradaptasi dengan cepat
  • Kepedulian kebersihan area kerja

Kemampuan Bahasa

Mencantumkan bahasa di CV sangatlah dianjurkan, bahkan jika pekerjaan Anda tidak berhubungan langsung dengan penerjemahan. Ini sudah menjadi kebutuhan dasar dunia kerja, termasuk untuk posisi seorang pekerja catering. Kemampuan bahasa juga menjadi sinyal positif bahwa Anda mampu beradaptasi dan bekerja sama dengan lingkungan kerja internasional dan multikultural.

Kemampuan bahasa asing dapat ditampilkan dengan berbagai metode di CV. Cara paling sederhana adalah menuliskannya secara deskriptif, contohnya:

  • Bahasa Inggris: Lancar
  • Bahasa Spanyol: Menengah

Sebagai alternatif, Anda bisa mencantumkan standar internasional yang umum digunakan, yaitu Common European Framework of Reference (CEFR). Jika menggunakan standar ini, skill bahasa Anda dikategorikan seperti berikut:

  • A1: Beginner
  • A2: Elementary
  • B1: Intermediate
  • B2: Upper intermediate
  • C1: Advanced
  • C2: Proficiency

Sertifikasi, Kursus, dan Lisensi

Sertifikasi maupun lisensi merupakan indikator bahwa Anda telah memiliki keahlian sebagai seorang pekerja catering sesuai standar tertentu, dan telah melalui proses pelatihan atau pendidikan yang diakui. Sertifikasi dalam CV dapat menjadi pendukung penting untuk menunjukkan kemampuan kerja Anda yang telah sesuai standar industri perhotelan. Utamakan sertifikasi yang masih berkaitan dengan posisi yang Anda lamar, agar lebih meyakinkan di mata rekruter.

Berikut ini beberapa jenis sertifikasi yang umumnya sesuai dengan posisi pekerja catering dan cara menulisnya di CV.

  • Sertifikat HACCP Level 1, 2023
  • ServSafe Food Handler Certification, 2023
  • Sertifikasi Hygiene Sanitasi Pangan, 2023

Tips Ahli:

Pastikan CV Anda disesuaikan dengan kualifikasi pekerjaan yang dituju, sajikan hasil terukur dan contoh konkret dalam setiap poin riwayat Anda, serta jaga profesionalisme lewat font dan tata letak yang rapi. (1)

Baca juga artikel terkait lainnya untuk temukan lebih banyak tips penting terkait berkas lamaran kerja:

Bagian Pendukung Lainnya

CV tidak hanya berisi bagian utama seperti yang sudah disebutkan. Anda juga bisa tambahkan informasi pendukung yang dapat memperkuat daya saing Anda. Tambahkan informasi berikut ini hanya jika relevan dengan posisi yang Anda lamar atau ketika masih ada ruang kosong di CV Anda.

Hobi dan Minat

Hobi dalam CV dapat menambah daya tarik tersendiri dan memberi kesan positif jika berhubungan dengan keahlian yang dibutuhkan di bidang perhotelan. Jika Anda masih belum punya pengalaman kerja, atau ketika melamar ke posisi magang, bagian ini bisa membantu menunjukkan potensi Anda. Namun, hobi yang terlalu umum atau tidak relevan sebaiknya dihindari agar CV catering tetap fokus dan profesional.

Prestasi dan Penghargaan

Menyusun prestasi dan penghargaan di bagian tersendiri dalam CV dapat membantu rekruter melilhat keunggulan Anda. Tools CV maker Jobseeker menyediakan fitur yang membantu Anda membuat bagian ini lebih mencolok dan terlihat profesional. Bagian ini cukup penting di CV karena dapat menjadi ruang untuk menunjukkan pencapaian yang belum tentu orang lain punya, baik pencapaian di masa pendidikan maupun profesional.

Volunteer

Pengalaman volunteer dalam CV tak hanya menunjukkan bahwa Anda aktif dan inisiatif, tetapi juga seorang pekerja catering yang memiliki empati. Karakter ini sering dibutuhkan perusahaan untuk banyak pekerjaan. Cara menuliskannya bisa menyerupai pengalaman kerja: sertakan posisi Anda, nama organisasi, periode keterlibatan, serta deskripsi tugas atau kontribusi yang dilakukan.

Temuan Data:

9 dari 10 HR setuju bahwa mereka lebih suka CV yang disesuaikan dengan info lowongan kerja. Artinya, ada kesesuaian antara pengalaman Anda dengan apa yang dicari oleh perusahaan. (2)

Kata Kerja Profesional untuk CV Catering

Menggunakan kata kerja yang tepat di CV pekerja catering bisa mengubah deskripsi kerja Anda dari biasa saja menjadi lebih berdampak dan menarik perhatian. Inilah salah satu cara untuk semakin menggambarkan kontribusi Anda lebih baik lagi. Agar kontribusi Anda terlihat lebih jelas, hindari kata seperti "Bertanggung jawab atas". Gunakan menghidangkan, membersihkan, atau kata kerja lain yang direkomendasikan berikut ini.

  • Menyiapkan
  • Memasak
  • Menyajikan
  • Menghidangkan
  • Membersihkan
  • Mengatur
  • Mengantarkan
  • Mengemas
  • Mengelola
  • Mengoordinasi

Contoh CV Catering

Kita telah mempelajari struktur lengkap CV catering, termasuk setiap pengertian, cara menulis, dan contoh penulisannya. Mari lihat contoh lengkap CV berikut ini. Contoh ini bisa Anda jadikan inspirasi untuk menyusun CV yang menarik perhatian rekruter.

Lukman Effendi
Pelayan Catering Senior

Jl. Bunga Rampai No. 12 RT 05 RW 03, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12510

lukman-effendi@example.com

(111) 222 33 444 55

linkedin․com/in/lukman–effendi–123

Pekerja catering berpengalaman 4 tahun sebagai pramusaji katering untuk acara pernikahan dan konferensi. Berhasil melayani 200+ tamu dengan tingkat kepuasan 95%. Menguasai penyusunan menu sehat berkat Sarjana Ilmu Gizi.

Pengalaman Kerja

Pramusaji Katering

2023

-

2026

PT Katering Sejuta Rasa (Bandung)

  • Meningkatkan kepuasan tamu hingga 15% melalui pelayanan cepat dan ramah di acara pernikahan dengan 200 tamu.
  • Mengelola penataan meja dan peralatan makan untuk 300 tamu dalam waktu kurang dari dua jam mendapat pujian panitia.
  • Menerapkan protokol kebersihan ketat sehingga nol komplain sanitasi tercatat dalam 50 acara katering selama enam bulan.
Pendidikan

Sarjana Ilmu Gizi

2018

-

2021

Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta)

Keahlian
  • Manajemen persediaan makanan

  • Sertifikasi kebersihan pangan

  • Pengoperasian oven konveksi

Kualifikasi
  • Ketepatan waktu dalam penyajian

  • Kemampuan beradaptasi dengan cepat

  • Kepedulian kebersihan area kerja

Sertifikat
  • Sertifikat HACCP Level 1

  • ServSafe Food Handler Certification

Bahasa
  • Bahasa Indonesia - Penutur asli

  • Bahasa Inggris - Tingkat lanjutan

Jika Anda merasa sulit merangkumnya dalam 1 halaman, Anda bisa pelajari contoh CV yang sudah kami siapkan untuk membantu Anda mengatur isinya.

Tips Membuat CV yang Menarik Perhatian Rekruter

Langkah yang harus diterapkan:

  • Buat daftar hard skill & soft skill Anda di bagian tersendiri dan yang paling relevan dengan posisi posisi pekerja catering.
  • Urutkan pengalaman kerja mulai dari yang terbaru agar rekruter mudah melihat progres karier Anda.
  • Lakukan pengecekan ulang lamaran pekerja catering Anda, karena kesalahan dan typo kecil bisa berdampak besar.
  • Jaga CV seringkas mungkin. Untuk pemula, 1 halaman sudah cukup asal isi CV tepat sasaran.
  • Mulailah setiap poin pengalaman kerja dengan kata kerja aktif yang mencerminkan aksi nyata Anda.

Langkah yang perlu dihindari:

  • Jangan tergoda untuk melebih-lebihkan pengalaman. HR bisa memverifikasi semua informasi.
  • Jangan salah memasukkan info kontak. Pastikan email dan nomor HP yang Anda cantumkan aktif.
  • Jangan gunakan jargon atau singkatan yang kurang familiar dan tidak ada hubungannya dengan pekerja catering.
  • Hindari alamat email tidak profesional atau tidak pantas dalam dokumen lamaran kerja.
  • Hindari desain atau layout CV yang berlebihan, fokus pada keterbacaan dan struktur.

Cara Membuat CV Catering ATS-friendly

Applicant Tracking System (ATS) merupakan perangkat lunak yang digunakan perusahaan untuk memfilter CV secara otomatis sebelum masuk ke tahap seleksi HR. Sistem ini menilai CV dengan mencocokkan kata kunci dari lowongan dengan data pelamar seperti pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, dan skill.

Sistem tersebut membuat CV yang tidak sesuai langsung tereliminasi. Anda bisa menyimak tips penting membuat CV catering yang ATS-friendly lewat penjelasan berikut.

  • Gunakan format CV yang sederhana dan rapi. Biasanya, CV ATS berisi teks secara keseluruhan tanpa adanya tabel, grafik, foto, atau desain berlebihan.
  • Pilih font umum dan profesional seperti Arial atau Calibri agar isi CV bisa dipindai tanpa hambatan. Hindari font yang terlalu dekoratif karena ATS sulit membacanya.
  • Perhatikan kata kunci dalam lowongan kerja pekerja catering dan sesuaikan dengan isi CV Anda, terutama bagian pengalaman dan kemampuan.
  • Simpan CV Anda dalam format .pdf atau .docx agar kompatibel dengan sistem pelacakan.
  • Gunakan struktur CV yang rapi dan terorganisir. Berikan judul atau subheading yang familiar jelas bagi ATS seperti "Pengalaman Kerja","Riwayat Pendidikan" atau "Keterampilan".

Membuat CV ATS bisa menjadi tantangan tersendiri karena ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Untuk memudahkan Anda, langsung gunakan template CV yang tersedia di Jobseeker untuk menyusun CV ATS dalam hitungan menit!

Kunci Keberhasilan Saat Membuat CV Catering

CV yang baik adalah kunci utama untuk membuka peluang kerja yang Anda inginkan sebagai seorang pekerja catering. Pilih format yang tepat, gunakan kata kunci relevan, dan pastikan CV mudah dipindai oleh sistem ATS.

Nah, dengan tools pembuat CV dari Jobseeker, Anda tak perlu membuat CV dari nol. Cukup pilih template profesional dan isi datanya lewat tools yang sudah tersedia. Yuk, mulai sekarang!

FAQ

Bagaimana cara membuat surat lamaran kerja untuk posisi pekerja catering?

Surat lamaran kerja adalah pelengkap penting yang dapat menarik minat HRD untuk membaca CV Anda lebih lanjut. Oleh sebab itu, buatlah surat lamaran yang relevan dengan posisi yang Anda lamar, bukan sekadar salin-tempel dari surat sebelumnya.

Struktur surat lamaran pekerja catering umumnya terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup. Perkenalkan diri Anda, soroti pengalaman paling relevan, dan akhiri dengan harapan agar lamaran ditindaklanjuti.

Jobseeker menyediakan beragam contoh surat lamaran kerja yang bisa Anda pelajari untuk memudahkan proses penulisan.

Anda juga bisa memperkuat lamaran dengan menggunakan template surat lamaran kerja yang kami sediakan sebagai pelengkap CV Anda.

Bagaimana cara membuat CV catering tanpa pengalaman kerja?

Saat belum punya pengalaman kerja, Anda bisa menonjolkan pendidikan, keterampilan, kegiatan organisasi, volunteer, atau magang dalam CV.

Di samping itu, gunakan kolom "Profil Singkat" untuk menjelaskan siapa Anda, apa yang Anda cari, dan nilai apa yang bisa Anda bawa ke perusahaan.

Yang terpenting, tunjukkan sisi diri Anda yang relevan dengan posisi pekerja catering yang dituju, meskipun belum bekerja secara formal.

Bagaimana cara membuat headline untuk CV catering yang menarik?

Headline pada CV membantu memperkenalkan siapa Anda secara profesional dalam satu kalimat ringkas, sehingga bisa jadi penentu kesan palng awal.

"Fresh graduate" atau "jobseeker" di headline terlalu umum dan kurang menjual. Perjelas posisi, latar belakang pendidikan, serta level karier Anda agar headline lebih kuat.

Pastikan headline singkat dan padat, sekitar 4-5 kata sudah cukup.

Berikut beberapa contoh headline CV pekerja catering yang disesuaikan dengan level pengalaman kerja:

  • Karyawan Catering Tingkat Awal
  • Pelayan Catering Senior
  • Manajer Senior Layanan Catering Profesional

Seperti apa format CV catering terbaik pada 2026?

Ada tiga format CV catering yang umum digunakan: kronologis (memprioritaskan pengalaman kerja), fungsional (menyoroti keterampilan), dan kombinasi.

Bagi yang punya riwayat kerja kuat, kronologis sangat ideal, sementara fungsional cocok untuk karier baru atau pengalaman terbatas, dan kombinasi untuk menonjolkan dua aspek sekaligus.

Dalam memilih format CV terbaik, pertimbangkan dua hal penting: jenis posisi yang dilamar dan tingkat pengalaman yang dimiliki, agar isi CV bisa disusun secara strategis dan relevan.

Bagikan via:
Penulis

Seorang digital content writer dengan 4+ tahun pengalaman di industri edutech dan rekrutmen. Berpengalaman membuat berbagai format konten, ia berkomitmen menciptakan tulisan yang tidak hanya bernilai bagi audiens, tetapi juga berdampak positif bagi bisnis.

Buat rekruter terkesan dengan CV Anda.

Panduan langkah demi langkah untuk membuat CV profesional dalam hitungan menit.

Baca lebih lanjut