Business Analyst
Ditulis oleh Alisatul Aini, Penulis • Terakhir diperbarui pada 19 Juni 2026

Contoh CV business analyst

Saat melamar ke posisi business analyst, Anda harus bisa menunjukkan keterampilan yang sering dicari perusahaan, seperti pemecahan masalah logis, kepemimpinan tim kolaboratif, dan penguasaan bahasa pemrograman SQL. CV yang disusun dengan strategi tepat akan membantu Anda terlihat unggul saat proses rekrutmen dibanding kandidat lain. Panduan dalam artikel ini bertujuan membantu Anda menyusun CV business analyst yang profesional dan mampu memikat rekruter, lengkap dengan penjelasan detail tiap bagian, tips penting, dan contoh yang bisa Anda jadikan acuan.

Banyak pencari kerja yang merasa kesulitan saat menyusun CV yang benar-benar mampu memamerkan skill dan pengalaman mereka. CV yang disusun dengan baik bisa jadi kunci utama menuju tahap rekrutmen berikutnya. Untuk memulainya, mari bahas dulu bagian-bagian penting dalam CV untuk posisi business analyst.

Struktur dan Format CV business analyst

Baik fresh graduate maupun profesional berpengalaman, format dasar dan isi CV umumnya mirip satu sama lain, yang terpenting Anda menunjukkan kemampuan dasar untuk menjadi seorang business analyst profesional.

Jika Anda sudah berada di level menengah (punya pengalaman kerja 1-3 tahun), tampilkan pengalaman kerja dan pencapaian sebagai bukti kontribusi nyata di dunia profesional. Pastikan pengalaman yang ditulis sesuai dengan kualifikasi yang terdapat pada lowongan business analyst, yang masih berkaitan dengan skill, pengetahuan, atau pengalaman yang dicari.

Meski isi CV bisa berbeda tergantung tingkat pengalaman, struktur dasarnya tetap sama, dan berikut adalah bagian-bagian yang bisa Anda cantumkan.

Header CV Business Analyst

Bagian header pada CV berfungsi sebagai informasi kontak dasar, termasuk nama, email profesional, dan nomor telepon Anda. Data-data ini penting agar pihak perusahaan bisa mengenali Anda dan menghubungi Anda dengan mudah untuk proses rekrutmen selanjutnya.

Agar bagian header CV business milik Anda terlihat profesional, gunakan email yang formal, periksa kembali nomor dan email Anda, serta tambahkan LinkedIn untuk menampilkan rekam jejak lebih lengkap.

Kurniawan Rusdi
kurniawan-rusdi@example.com
(111) 222 33 444 55
Jl. Cempaka Putih Tengah IV No. 7, RT 05/RW 02, Kel. Cempaka Putih Tengah, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510
linkedin․com/in/kurniawan–rusdi–123

Deskripsi Diri

Bagian deskripsi diri sering muncul dengan berbagai judul lain seperti Profil Diri, Rangkuman, atau Tentang Saya. Pastikan deskripsi diri menggambarkan keahlian dan keunikan Anda secara singkat & padat. Usahakan agar sesuai dengan kriteria yang dicari, agar HRD merasa bahwa Anda merupakan kandidat yang cocok.

Selain menyebutkan kemampuan, riwayat pekerjaan, dan pendidikan, tambahkan juga objektif karier di dalam CV yang menunjukkan kesesuaian rencana masa depan Anda dengan posisi terkait.

Bagian deskripsi diri Anda di CV business akan lebih terlihat unggul dibandingkan pelamar lain jika menggambarkan skill utama yang sesuai dengan posisi yang dituju, lengkap dengan pencapaian yang dicantumkan dalam bentuk angka. Anda dapat perhatikan contoh deksripsi diri yang menarik di bawah ini.

Contoh yang baik:

Business analyst berpengalaman dengan latar sarjana manajemen dan keahlian analisis data. Sebelumnya meningkatkan efisiensi proses klien sebesar 20% sebagai konsultan pengembangan karir. Mampu merancang solusi bisnis strategis berbasis riset mendalam.

Contoh yang salah:

Business analyst yang memiliki latar belakang manajemen serta pengalaman dalam analisis data dan pengembangan solusi bisnis strategis berdasarkan riset dengan pendekatan metodis, kolaboratif, dan berfokus pada kebutuhan tim perusahaan.

Sebaiknya Anda hindari menulis keahlian atau pengalaman yang terlalu umum dan tidak terukur hasilnya, karena ini tidak cukup untuk membuat rekruter terkesan.

Pengalaman Kerja

Bagian pengalaman kerja di CV bertujuan untuk menggambarkan perjalanan karier Anda secara menyeluruh. Deskripsikan seluruh pengalaman kerja, baik yang bersifat jangka panjang seperti pekerjaan tetap, maupun magang, paruh waktu, atau freelance. Susunan pengalaman kerja sebaiknya dimulai dari pekerjaan terakhir Anda, lalu mundur ke belakang. Fokuskan pada pengalaman yang paling relevan dengan posisi business analyst, karena ini dapat memberikan kesan bahwa Anda punya modal skill yang dibutuhkan.

Rincian pengalaman kerja tidak perlu terlalu panjang, tetapi harus padat dan berdampak. Deskripsikan jobdesc dan sertakan pencapaian yang dapat diukur. Gunakan bullet points untuk mempermudah pembaca, dan pilih 3–5 poin yang paling mencerminkan skill utama yang relevan.

Intinya, yang membuat pengalaman kerja Anda menonjol adalah sejauh mana Anda bisa menunjukkan kontribusi yang terbukti nyata. Hubungkan pengalaman dengan kata kunci atau keahlian yang diminta di lowongan yang sedang Anda lamar. Untuk gambaran yang lebih jelas, berikut contoh pengalaman kerja yang ditulis dengan baik di dalam CV business.

Contoh yang baik:

Konsultan Pengembangan Karir, Januari 2023 - Sekarang
PT Cahaya Solusi Digital, Yogyakarta

  • Menyusun modul pelatihan karir yang diikuti 200+ karyawan dan meningkatkan retensi karyawan sebesar 15%.
  • Merancang strategi market mapping untuk klien multinasional yang menghasilkan 50 penempatan profesional dalam 6 bulan.
  • Membangun jaringan kemitraan dengan 20 universitas dan lembaga pelatihan sehingga peluang kerja alumni meningkat 30%.

Contoh yang salah:

Konsultan Pengembangan Karir, Januari 2023 - Sekarang
PT Cahaya Solusi Digital, Yogyakarta

  • Mengelola proyek lintas departemen untuk memastikan kelancaran komunikasi dan pelaporan rutin.
  • Menangani analisis kebutuhan stakeholder dan dokumentasi proses bisnis secara keseluruhan.
  • Melakukan evaluasi proses operasional dan menyusun rekomendasi perbaikan berdasarkan temuan.

Pada contoh di atas, Anda juga dapat melihat penulisan pengalaman kerja yang sebaiknya dihindari. Deskripsinya tidak mampu menjelaskan apa kontribusi yang Anda berikan dan tidak menyertakan bukti nyata berupa angka atau hasil kerja.

Pendidikan

Riwayat pendidikan di CV menunjukkan perjalanan akademis yang sudah Anda jalani dan kualifikasi formal Anda, termasuk rincian gelar dan bidang/jurusannya.

Untuk melamar ke posisi business analyst, Anda memerlukan gelar formal, seperti sarjana di jurusan tertentu. Banyak rekruter bahkan membatasi jurusan apa saja yang dapat melamar. Jadi, jika Anda memiliki gelar pendidikan, atau pelatihan yang menunjukkan keterampilan relevan seperti pengetahuan platform ERP SAP dan kemampuan visualisasi data Tableau, jangan lupa untuk mencantumkannya.

Tulislah dalam format kronologi terbalik, artinya, pendidikan paling terakhir ditulis paling awal. Tuliskan informasi lengkap, mulai dari nama institusi, jurusan, gelar, nilai IPK atau rapor, dan tahun masuk-lulus. Anda juga bisa tambahkan prestasi, mata kuliah atau pelajaran yang relevan, hingga penghargaan yang pernah diraih.

Terakhir, jika masih ada banyak ruang kosong, Anda juga bisa menuliskan prestasi atau penghargaan akademis dalam format bullet points agar lebih mudah dibaca oleh rekruter.

Sarjana Manajemen, 2018 - 2021
Universitas Gadjah Mada, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Keterampilan

Perusahaan biasanya mencari kandidat dengan skill seperti pemahaman metodologi pemodelan BPMN dan manajemen waktu efektif, terutama untuk posisi business analyst, karena keduanya termasuk skill dalam CV yang dinilai penting. Dua jenis skill yang harus tercantum dalam CV adalah hard skill dan soft skill. Apa perbedaan antara keduanya serta seperti apa contohnya? Ini dia penjelasannya.

Hard Skills

Hard skill adalah keterampilan teknis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan biasanya bisa diukur level kemahirannya. Contohnya keterampilan mengoperasikan software dan tools tertentu, atau menerapkan suatu strategi atau metode kerja. Hindari mencantumkan hard skill yang terlalu umum dan terkesan pasaran. Lebih baik fokus pada skill teknis yang spesifik. Artinya, skill tersebut benar-benar disebutkan pada loker posisi business analyst yang Anda lamar. Sebenarnya, mencantumkan 3-5 hard skill saja sudah cukup, tapi sesuaikan juga dengan detail lowongan kerja. Letaknya biasanya setelah bagian pengalaman kerja untuk memperkuat relevansi keduanya.

Hard skill yang paling relevan dengan industri sumber daya manusia dan posisi yang dilamar berpotensi menjadi yang paling menarik bagi HRD. Pastikan Anda mencantumkan yang sesuai kebutuhan perusahaan.

Nah, berikt ini adalah beberapa hard skill yang banyak dicari untuk menjadi seorang business analyst.

  • Penguasaan bahasa pemrograman SQL
  • Pemahaman metodologi pemodelan BPMN
  • Keahlian analisis statistik R

Soft Skills

Soft skill mencakup kemampuan interpersonal, sifat, atau karakter pribadi yang mendukung keterampilan Anda dalam beradaptasi dan menyelesaikan pekerjaan sebagai seorang business analyst. Tanpa soft skill, hard skill Anda bisa kurang optimal. Rekruter biasanya menilai soft skill untuk melihat bagaimana Anda bekerja di bawah tekanan atau dalam tim.

Relevansi tetaplah penting. Soft skill di CV yang sesuai dengan posisi yang dilamar biasanya memberi nilai tambah di mata HR. Semakin spesifik soft skill yang Anda tulis, semakin tinggi peluang lamaran Anda untuk dianggap cocok oleh rekruter.

Berikut ini daftar soft skill yang sering dicari untuk posisi business analyst.

  • Kemampuan analisis data
  • Komunikasi antar tim efektif
  • Manajemen waktu efektif

Kemampuan Bahasa

Mencantumkan bahasa di CV sangatlah dianjurkan, bahkan jika pekerjaan Anda tidak berhubungan langsung dengan penerjemahan. Ini sudah menjadi kebutuhan dasar dunia kerja, termasuk untuk posisi seorang business analyst. Kemampuan bahasa asing mencerminkan bahwa Anda mampu berinteraksi lintas budaya dan negara. Nah, hal ini sangat dihargai di dunia kerja yang makin kompetitif saat ini.

Ada berbagai cara untuk menunjukkan keahlian bahasa asing Anda di CV. Pertama, gambarkan kemampuan Anda secara deskriptif, seperti:

  • Bahasa Inggris: Lancar
  • Bahasa Spanyol: Menengah

Sebagai alternatif, Anda bisa mencantumkan standar internasional yang umum digunakan, yaitu Common European Framework of Reference (CEFR). Jika menggunakan standar ini, skill bahasa Anda dikategorikan seperti berikut:

  • A1: Beginner
  • A2: Elementary
  • B1: Intermediate
  • B2: Upper intermediate
  • C1: Advanced
  • C2: Proficiency

Sertifikasi, Kursus, dan Lisensi

Sertifikasi dan lisensi adalah bukti bahwa Anda telah mengikuti pelatihan, kursus, atau pendidikan non-formal dan dinilai telah menguasai skill tertentu sebagai seorang business analyst. Sertifikasi dalam CV bisa menjadi nilai plus dan bukti konkret bahwa Anda kompeten di bidang sumber daya manusia. Utamakan sertifikasi yang masih berkaitan dengan posisi yang Anda lamar, agar lebih meyakinkan di mata rekruter.

Ini dia daftar sertifikasi yang umumnya dibutuhkan untuk posisi business analyst dan cara menulisnya.

  • Certified Business Analysis Professional, 2023
  • PMI Professional in Business Analysis, 2023
  • Entry Certificate in Business Analysis, 2023

Tips Ahli:

LLDIKTI menekankan pentingnya detail seperti font dan layout dalam membangun CV profesional, plus keharusan menyertakan hasil terukur dan contoh nyata untuk setiap pengalaman kerja. (1)

Simak juga artikel lainnya terkait tips menyiapkan lamaran kerja untuk posisi pekerjaan lain di industri ini:

Bagian Pendukung Lainnya

CV tidak hanya berisi bagian utama seperti yang sudah disebutkan. Anda juga bisa tambahkan informasi pendukung yang dapat memperkuat daya saing Anda. Tapi ingat, hanya tambahkan jika bagian-bagian pendukung berikut ini punya manfaat dan mendukung posisi yang Anda lamar.

Hobi dan Minat

Menambahkan hobi di CV bisa menjadi poin plus jika hobi tersebut mencerminkan keterampilan yang relevan dengan bidang sumber daya manusia atau posisi yang dilamar. Ini juga bisa membuat Anda lebih menonjol dibanding kandidat lain. Terutama untuk pelamar tanpa pengalaman, atau yang sedang melamar ke posisi magang, bagian ini bisa membantu menunjukkan potensi diri. Tapi sebaiknya selektif, hindari menulis hobi di CV business analyst yang tak mencerminkan karakter atau nilai tambah apa pun pada CV.

Prestasi dan Penghargaan

Menyusun prestasi dan penghargaan di bagian tersendiri dalam CV dapat membantu rekruter melilhat keunggulan Anda. Tools CV maker Jobseeker menyediakan fitur yang membantu Anda membuat bagian ini lebih mencolok dan terlihat profesional. Informasi ini bisa menjadi pembeda karena menunjukkan kelebihan yang tidak dimiliki semua orang, baik dari masa pendidikan Anda maupun pengalaman kerja.

Volunteer

Volunteer dalam CV menunjukkan bahwa Anda tidak hanya aktif dan berinisiatif, tapi juga seorang business analyst yang peduli terhadap sesama. Ini bisa jadi daya tarik tersendiri di mata perusahaan. Cantumkan secara rinci layaknya pengalaman kerja, termasuk jabatan, nama lembaga, lama kegiatan, dan tugas-tugas yang Anda lakukan selama jadi relawan.

Temuan Data:

9 dari 10 HR setuju bahwa mereka lebih suka CV yang disesuaikan dengan info lowongan kerja. Artinya, ada kesesuaian antara pengalaman Anda dengan apa yang dicari oleh perusahaan. (2)

Kata Kerja Profesional untuk CV Business Analyst

Salah satu hal yang menentukan deskripsi pengalaman kerja terdengar menarik atau biasa saja adalah penggunaan kata kerja di CV business. Pemilihan kata kerja yang tepat dapat memberikan kesan lebih kuat, profesional, dan berdampak. Agar kontribusi Anda terlihat lebih jelas, hindari kata seperti "Bertanggung jawab atas". Gunakan menilai, mensintesis, atau kata kerja lain yang direkomendasikan berikut ini.

  • Memetakan
  • Menganalisis
  • Merancang
  • Menilai
  • Mensintesis
  • Mengidentifikasi
  • Mengembangkan
  • Memfasilitasi
  • Memverifikasi
  • Merekomendasikan

Contoh CV Business Analyst

Kita telah mempelajari struktur lengkap CV business analyst, termasuk setiap pengertian, cara menulis, dan contoh penulisannya. Yuk, lihat contoh CV lengkap berikut sebagai gambaran bagaimana menyusun dokumen lamaran yang padat dan profesional.

Kurniawan Rusdi
Senior Business Analyst Berorientasi Hasil

Jl. Cempaka Putih Tengah IV No. 7, RT 05/RW 02, Kel. Cempaka Putih Tengah, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510

kurniawan-rusdi@example.com

(111) 222 33 444 55

linkedin․com/in/kurniawan–rusdi–123

Business analyst 4 tahun di industri keuangan, ahli menganalisis proses bisnis dan meningkatkan efisiensi. Gelar Sarjana Manajemen mendukung kenaikan produktivitas tim 20%. Menggunakan SQL dan Power BI untuk analisis data.

Pengalaman Kerja

Manajer Analisis Bisnis

2023

-

2026

PT Optima Analitik Nusantara (Surabaya)

  • Meningkatkan akurasi peramalan penjualan sebesar 15% melalui implementasi model statistik terintegrasi.
  • Mengembangkan dashboard BI real-time yang mengurangi waktu laporan bulanan dari 5 hari menjadi 2 hari.
  • Memimpin tim lintas fungsi untuk mengidentifikasi peluang efisiensi proses, menghasilkan penghematan biaya operasional tahunan Rp500 juta.
Pendidikan

Sarjana Manajemen

2018

-

2021

Universitas Indonesia (Depok)

Keahlian
  • Penguasaan bahasa pemrograman SQL

  • Pemahaman metodologi pemodelan BPMN

  • Keahlian analisis statistik R

Kualifikasi
  • Kemampuan analisis data

  • Komunikasi antar tim efektif

  • Manajemen waktu efektif

Sertifikat
  • Certified Business Analysis Professional

  • PMI Professional in Business Analysis

Bahasa
  • Bahasa Indonesia - Penutur asli

  • Bahasa Inggris - Tingkat lanjutan

Jika Anda punya banyak pengalaman namun ingin memaksimalkannya dalam 1 halaman, lihat contoh CV profesional kami untuk inspirasi.

Tips Membuat CV yang Menarik Perhatian Rekruter

Hal-hal yang perlu dilakukan:

  • Tulis deskripsi singkat tentang latar belakang Anda di awal CV sebelum masuk ke pengalaman.
  • Urutkan pengalaman kerja dari yang terbaru agar pengalaman terkini Anda langsung terlihat oleh perekrut.
  • Perhatikan layout dan format CV, gunakan gaya konsisten agar tampilannya profesional dan mudah dipindai.
  • Pakai kata kerja yang menegaskan kontribusi Anda, untuk lebih terlihat unggul di mata perekrut.
  • Tampilkan riwayat pendidikan yang relevan, terutama jika Anda masih fresh graduate.

Hal-hal yang harus dihindari:

  • Jangan gunakan desain atau hiasan berlebihan. Lebih baik CV simpel yang lolos ATS daripada tidak terbaca.
  • Jangan berbohong. Mengarang pengalaman kerja bisa menghancurkan kepercayaan rekruter.
  • Jangan cantumkan pengalaman tak relevan. Fokuslah pada pengalaman kerja yang sesuai dengan posisi business analyst.
  • Jangan cantumkan data pribadi. CV profesional tak perlu memuat data sensitif seperti status pernikahan atau agama.
  • Jangan lupa periksa kembali bagian kontak. Jangan sampai typo di email atau nomor telepon.

Cara Membuat CV Business Analyst ATS-friendly

Applicant Tracking System (ATS) digunakan oleh perusahaan untuk menyortir CV secara otomatis, bahkan sebelum HR membacanya. ATS mempermudah proses rekrutmen dengan menyeleksi CV berdasarkan kesesuaian kata kunci yang ada dalam informasi lowongan dan isi CV Anda, mulai dari pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, dan lainnya.

CV yang tidak memenuhi kriteria otomatis akan tereliminasi. Simak tips membuat CV business analyst yang cocok dengan ATS berikut ini.

  • Gunakan format CV yang sederhana dan rapi. Biasanya, CV ATS berisi teks secara keseluruhan tanpa adanya tabel, grafik, foto, atau desain berlebihan.
  • Gunakan font standar dan profesional, misalnya Calibri dan Times New Roman agar sistem ATS bisa membaca seluruh isi dokumen tanpa kesulitan.
  • Masukkan kata kunci dari deskripsi pekerjaan business analyst, terutama pada bagian pengalaman dan keterampilan.
  • Simpan dokumen CV dalam format yang aman untuk dibaca ATS, seperti PDF atau DOCX.
  • Gunakan pembagian yang jelas dan rapi dalam CV dengan heading seperti "Pendidikan" atau "Keterampilan" agar mudah terbaca oleh sistem.

Membuat CV ATS bisa menjadi tantangan tersendiri karena ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Untuk memudahkan Anda, langsung gunakan template CV yang tersedia di Jobseeker untuk menyusun CV ATS dalam hitungan menit!

Kunci Keberhasilan Saat Membuat CV Business Analyst

Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa menyusun CV yang tepat sesuai target sangat menentukan keberhasilan Anda dalam rekrutmen sebagai seorang business analyst. Pastikan CV Anda rapi, mudah dibaca, dan sesuai dengan kebutuhan posisi yang dilamar, terutama dengan memperhatikan format dan penggunaan kata kunci.

Nah, dengan tools pembuat CV dari Jobseeker, Anda tak perlu membuat CV dari nol. Cukup pilih template profesional dan isi datanya lewat tools yang sudah tersedia. Yuk, mulai sekarang!

FAQ

Bagaimana cara membuat surat lamaran kerja untuk posisi business analyst?

Surat lamaran tidak hanya melengkapi CV, tapi juga menjadi alat komunikasi awal yang bisa memengaruhi keputusan rekruter untuk melihat CV Anda atau tidak. Karena itu, hindari menggunakan surat lamaran yang sama untuk semua lowongan. Buat secara personal dan sesuai kebutuhan.

Susun surat lamaran business analyst dalam tiga bagian utama: awali dengan perkenalan, lanjutkan dengan rangkuman pengalaman dan pencapaian terbaik, lalu tutup dengan harapan untuk dihubungi atau diberi kesempatan interview.

Untuk membantu Anda menulis surat yang efektif, pelajari berbagai contoh surat lamaran kerja yang telah disiapkan oleh Jobseeker.

Lengkapi CV Anda dengan surat lamaran yang ditulis dengan strategi optimal menggunakan template surat lamaran kerja yang telah kami sediakan.

Bagaimana cara membuat CV business analyst tanpa pengalaman kerja?

Isi CV tanpa pengalaman kerja bisa difokuskan pada latar belakang pendidikan, hard skill, soft skill, serta aktivitas di luar kelas seperti organisasi dan magang.

Di samping itu, gunakan kolom "Profil Singkat" untuk menjelaskan siapa Anda, apa yang Anda cari, dan nilai apa yang bisa Anda bawa ke perusahaan.

Yang penting, tampilkan pengalaman apa pun yang bisa mencerminkan potensi dan keterampilan Anda yang relevan dengan posisi business analyst yang dilamar.

Bagaimana cara membuat headline untuk CV business analyst yang menarik?

Headline CV bertujuan memberikan gambaran singkat tentang siapa Anda, latar belakang Anda, dan kompetensi Anda sebagai kandidat.

Hindari headline yang generik seperti "fresh graduate" atau "jobseeker". Soroti kualifikasi utama dan level profesional Anda untuk menunjukkan nilai yang lebih spesifik.

Jaga headline tetap singkat dan tajam, cukup 4-5 kata agar impactful.

Berikut ini contoh headline CV business yang bisa disesuaikan dengan jenjang pengalaman Anda:

  • Business Analyst Dengan Pengalaman Terbatas
  • Senior Business Analyst Berorientasi Hasil
  • Senior Business Analyst Profesional Berpengalaman

Seperti apa format CV business analyst terbaik pada 2026?

Format CV business analyst yang biasanya digunakan adalah kronologis (mengutamakan pengalaman kerja), fungsional (mengutamakan keterampilan), dan kombinasi.

Format kronologis cocok untuk pelamar berpengalaman, fungsional ideal bagi fresh graduate atau career switcher, sementara kombinasi pas untuk yang punya pengalaman namun ingin menekankan skill tertentu.

Saat memilih format, pertimbangkan peran yang dilamar serta berapa banyak pengalaman yang bisa Anda tampilkan.

Bagikan via:
Penulis

Seorang digital content writer dengan 4+ tahun pengalaman di industri edutech dan rekrutmen. Berpengalaman membuat berbagai format konten, ia berkomitmen menciptakan tulisan yang tidak hanya bernilai bagi audiens, tetapi juga berdampak positif bagi bisnis.

Buat rekruter terkesan dengan CV Anda.

Panduan langkah demi langkah untuk membuat CV profesional dalam hitungan menit.

Baca lebih lanjut