Foto untuk CV: Perlu atau Tidak? – Jobseeker
Ditulis oleh Alisatul Aini, Penulis • Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2026

Foto pada CV: Perlu atau Tidak?

Pertanyaan apakah sebaiknya mencantumkan foto dalam CV adalah topik yang sering diperdebatkan. Beberapa orang berpendapat bahwa foto dapat membantu menciptakan kesan pertama yang baik, sementara yang lain berpendapat bahwa hal itu dapat memicu bias atau diskriminasi.

Artikel ini akan menjawab kebingungan tentang apakah Anda harus atau tidak menyertakan foto untuk CV serta poin penting yang harus diketahui, termasuk:

  1. Jika Anda melamar ke posisi tertentu, menyertakan foto di CV umumnya sangat dianjurkan, seperti sales, marketing, customer service, atau perhotelan, yang mengharuskan Anda bertemu langsung dengan klien atau pihak penting lainnya.
  2. Meski tidak diwajibkan, foto di CV dapat menjadi penentu kesan pertama di mata rekruter. Jadi, penting untuk menghindari jenis foto yang tidak dianjurkan untuk CV.
  3. Foto di CV haruslah profesional dan formal. Ini dapat tercermin dari pakaian yang Anda kenakan, riasan wajah, background foto, dan pose.

Haruskah Menyertakan Foto pada CV?

Secara umum, foto di CV tidak selalu diwajibkan, tetapi sering kali diminta oleh perusahaan tertentu, terutama di industri yang menilai penampilan, personal branding, atau interaksi langsung dengan klien.

Menyertakan foto di CV biasanya direkomendasikan untuk posisi seperti sales, marketing, customer service, hospitality, front office, atau media. Sebaliknya, untuk profesi yang lebih menekankan kompetensi teknis dan pekerjaan di belakang layar seperti IT, engineering, data, atau riset, foto di CV umumnya bersifat opsional dan tidak memengaruhi penilaian utama. 

Jadi, apakah CV harus ada foto sangat bergantung pada konteks industri dan budaya perusahaan. Jika lowongan atau standar perusahaan tidak menyebutkan bahwa CV harus memuat foto, Anda boleh menyertakannya atau tidak, dengan tetap memprioritaskan kualitas pengalaman dan keterampilan.

TIPS AHLI

Sebelum memutuskan menyertakan foto untuk CV, penting untuk relevansi dengan pekerjaan yang Anda lamar, praktik industri dan potensi resiko lainnya yang mungkin muncul. Lebih dari sekadar foto, isi CV yang kuat tentang pengalaman, pendidikan dan keterampilan Anda tetap menjadi faktor penentu utama dalam kesuksesan lamaran pekerjaan Anda.

Tips untuk Foto CV yang Baik dan Benar

Banyak pencari kerja bertanya, apakah foto CV harus formal? Jawabannya menyesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilamar. Berikut adalah tips penting untuk membuat foto CV yang baik dan benar:

Pakaian formal atau semi-formal

Pakaian formal seperti kemeja, blazer, atau atasan berkerah sangat disarankan, terutama untuk industri korporat, perbankan, dan administrasi. Di bidang kreatif, pakaian semi-formal masih dapat diterima selama terlihat rapi dan profesional.

Latar belakang polos dan netral

Latar belakang foto sebaiknya polos dan netral, seperti warna putih, agar fokus utama tetap pada wajah. Pas foto dengan background berwarna merah juga umumnya masih diterima. Hindari background ramai atau terlalu dekoratif.

Pencahayaan yang baik

Pencahayaan juga memegang peranan penting. Gunakan cahaya alami dari depan atau samping wajah supaya wajah Anda terlihat jelas. Pastikan foto Anda tidak terlalu terang maupun terlalu gelap.

Proporsi kepala dan bahu seimbang

Foto dengan proporsi kepala hingga bahu atau dada umumnya yang paling sering digunakan. Namun, perhatikan info lowongan karena terkadang perusahaan meminta foto full-body atau close-up.

Ekspresi natural dan postur tegap

Ekspresi wajah yang direkomendasikan adalah natural dengan senyum tipis, disertai postur tubuh tegak untuk memberikan kesan percaya diri dan profesional.

Dengan memperhatikan detail ini, foto CV lamaran kerja Anda tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga mendukung kesan positif di mata rekruter.

Untuk membantu Anda menyiapkan lamaran kerja yang lebih optimal, Anda juga bisa menggunakan berbagai template CV yang siap pakai agar tampilan CV lebih rapi dan profesional.

Contoh Foto yang Baik untuk CV

Berikut adalah beberapa contoh foto CV yang baik yang bisa Anda jadikan sebagai referensi.

Kandidat menggunakan pakaian formal dengan latar belakang netral dan pencahayaan yang merata. Foto seperti ini terlihat profesional, wajah tampak jelas, dan framing kepala hingga bahu proporsional sehingga mudah dinilai oleh perekrut.

Sebaliknya, ada beberapa contoh foto CV yang sebaiknya dihindari, seperti di bawah ini.

Foto selfie dengan latar belakang ramai membuat tampilan terlihat kurang profesional dan mengalihkan fokus dari wajah.

Jika masih bingung menyusun isi CV agar lebih terlihat profesional, panduan cara membuat CV berikut dapat menjadi referensi lengkap mulai dari struktur hingga penulisan yang tepat.

Keuntungan Menyertakan Foto pada CV

Meskipun foto CV tidak selalu diwajibkan, menyertakannya dapat memberikan beberapa keuntungan dalam proses rekrutmen, terutama di Indonesia.

Berikut adalah beberapa manfaat menyertakan foto pada CV:

  • Memudahkan identifikasi kandidat. Foto di CV membantu rekruter mengenali kandidat dengan lebih mudah, terutama saat proses wawancara berlangsung. Ini juga membantu HRD lebih cepat mengingat siapa Anda.
  • Menambah kesan kepribadian. Foto menampilkan representasi diri secara visual yang bisa memberi kesan awal tentang sikap profesional, kepercayaan diri, dan kerapian kandidat.
  • Memenuhi ekspektasi perusahaan lokal. Di Indonesia, foto pada CV sering kali dianggap sebagai bagian pelengkap CV yang standar. Jika Anda menyertakannya, CV terlihat lebih lengkap dan sesuai dengan standar umum mereka.
  • Penting untuk posisi customer-facing. Untuk posisi yang berhubungan langsung dengan klien atau pelanggan, seperti sales, customer service, dan hospitality, foto di CV membantu perusahaan menilai kesan profesional, kerapian, dan kesiapan kandidat bertemu dengan pihak penting.

Kekurangan Menyertakan Foto pada CV

Menyertakan foto pada CV memang memiiki keuntungan bagi kandidat pelamar kerja. Meskipun demikian, adanya foto untuk CV juga terdapat kekurangan. Apa saja? Berikut ini penjelasannya.

  • Tidak Terbaca ATS. Kebanyakan perangkat lunak penyaringan atau application tracking system (ATS) hanya bisa menyaring teks. Foto yang ada di CV Anda kemungkinan tidak berfungsi apa-apa, kecuali rekruter mengecek langsung CV kandidat setelah lolos ATS.
  • Menghabiskan Ruang pada CV. Menyertakan foto CV berarti Anda memakan ruang yang tersisa untuk konten CV Anda. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa Anda telah menggunakan format yang memungkinkan Anda untuk menambahkan foto tanpa mengganggu ruang konten CV Anda yang lainnya.
  • Potensi Bias dan Diskriminasi. Rekruter mungkin melihat foto dan memilih atau tidak memilih kandidat berdasarkan penampilannya. Memang bisa saja hal ini tidak selalu disengaja dan tidak dibenarkan di dunia kerja, namun stereotip dan bias pribadi terkadang tidak bisa dihindari sepenuhnya.

Apabila Anda masih perlu banyak tips tentang berkas lamaran, kami siapkan kumpulan panduan karier untuk Anda. Tersedia juga contoh CV dan template surat lamaran kerja siap pakai untuk mempermudah Anda menyiapkan berkas lamaran terbaik dalam hitungan menit saja.

Kesimpulan: Mencantumkan foto untuk CV atau tidak?

Pada akhirnya, tidak ada aturan baku di Indonesia yang mewajibkan atau melarang penggunaan foto pada CV. Apakah Anda mencantumkan foto atau tidak sangat bergantung pada industri, jenis posisi, serta budaya perusahaan yang dituju, karena ekspektasi tiap perekrut bisa berbeda.

Jika Anda memutuskan untuk menyertakan foto, pastikan foto tersebut terlihat profesional, relevan dengan posisi yang dilamar, dan berkualitas baik. Foto yang tepat dapat menjadi nilai tambah, terutama untuk peran yang berhubungan dengan layanan, penjualan, atau interaksi langsung dengan klien.

Namun, penting untuk diingat bahwa CV dan surat lamaran kerja yang kuat tetap dapat berdiri sendiri meskipun tanpa foto. Pengalaman kerja, keterampilan, dan pencapaian yang jelas dan relevan tetap menjadi faktor utama dalam penilaian perekrut. Foto hanyalah pelengkap, bukan penentu utama lolos atau tidaknya Anda ke tahap selanjutnya.

Selain CV, jangan lupa lengkapi lamaran Anda dengan surat surat lamaran kerja agar peluang dilirik perusahaan impian semakin besar. Untuk menghemat waktu, gunakan tools pembuat CV dan surat lamaran dari Jobseeker sekarang juga, berkas lamaran Anda siap diunduh dalam hitungan menit!

Bagikan via:
Penulis

Seorang digital content writer dengan 4+ tahun pengalaman di industri edutech dan rekrutmen. Berpengalaman membuat berbagai format konten, ia berkomitmen menciptakan tulisan yang tidak hanya bernilai bagi audiens, tetapi juga berdampak positif bagi bisnis.

Buat rekruter terkesan dengan CV Anda.

Panduan langkah demi langkah untuk membuat CV profesional dalam hitungan menit.

Baca lebih lanjut