Fotografer
Ditulis oleh Alisatul Aini, Penulis • Terakhir diperbarui pada 19 Juni 2026

Contoh CV fotografer

Saat melamar ke posisi fotografer, pastikan Anda dapat menonjolkan keterampilan yang dicari, mulai dari pengoperasian kamera DSLR profesional, kemampuan komunikasi interpersonal, dan adaptabilitas pada berbagai kondisi. Jika ingin lolos ke tahap selanjutnya, pastikan Anda mengirim CV yang mampu memamerkan keterampilan dan pengalaman Anda. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan panduan lengkap terkait cara membuat CV fotografer yang optimal, dilengkapi dengan contoh dan tips penting untuk membuat lamaran Anda unggul dibanding kandidat lain.

Sangatlah wajar jika Anda merasa kesulitan saat menyusun CV yang benar-benar bisa mencerminkan skill dan pengalaman Anda. Semakin menarik dan relevan CV Anda, semakin besar pula kemungkinan dipanggil interview. Nah, mari bahas bagian-bagian utama untuk membuat CV fotografer Anda terlihat lebih unggul saat melamar di industri kreatif.

Struktur dan Format CV fotografer

Secara umum, struktur CV fotografer cenderung serupa, apa pun level pengalaman atau jenis posisi yang Anda incar. Yang terpenting, CV Anda harus menunjukkan bahwa Anda punya potensi untuk menjadi seorang fotografer profesional.

Isi CV bisa bervariasi tergantung pengalaman yang dimiliki, namun panduan bagian-bagian berikut umumnya bisa dipakai semua orang.

Header CV Fotografer

Header CV adalah bagian paling awal yang memuat identitas diri Anda, seperti nama lengkap, alamat email, dan nomor telepon aktif. Mencantumkan bagian ini sangat membantu HRD menghubungi Anda jika profil Anda sesuai dengan kualifikasi yang dicari.

Pada bagian header CV fotografer, gunakan email yang rapi tanpa angka/simbol, cek kembali kontak Anda, dan sertakan link ke profil LinkedIn agar rekruter langsung tahu siapa Anda.

Nugroho Saputra
nugroho-saputra@example.com
(111) 222 33 444 55
Jl. Melati No. 12, RT.005/RW.003, Kel. Manggarai Selatan, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12870
linkedin․com/in/nugroho–saputra–123

Profil Diri

Pada beberapa CV, bagian deskripsi diri mungkin ditulis dengan judul berbeda seperti Profil, Tentang Saya, atau Ringkasan Diri. Pastikan deskripsi diri menggambarkan keahlian dan keunikan Anda secara singkat & padat. Usahakan agar sesuai dengan kriteria yang dicari, agar HRD merasa bahwa Anda merupakan kandidat yang cocok.

Selain itu, lengkapi deskripsi diri di CV dengan skill, pengalaman, serta latar pendidikan Anda. Lalu, tambahkan objektif karier sebagai penegas bahwa jalur karier Anda sesuai dengan pekerjaan yang dilamar.

Bagian deskripsi diri Anda di CV fotografer akan lebih terlihat unggul dibandingkan pelamar lain jika menggambarkan skill utama yang sesuai dengan posisi yang dituju, lengkap dengan pencapaian yang dicantumkan dalam bentuk angka. Simak contoh di bawah ini sebagai referensi.

Contoh yang baik:

Lulusan Sarjana Desain Komunikasi Visual dengan pengalaman sebagai fotografer profesional selama 5 tahun. Berhasil menangani lebih dari 150 proyek komersial. Meningkatkan interaksi klien hingga 40% melalui foto kreatif.

Contoh yang salah:

Lulusan Sarjana Desain Komunikasi Visual dengan latar belakang sebagai fotografer profesional, menciptakan konten visual yang relevan melalui pendekatan kreatif, kolaboratif, dan adaptif untuk mendukung berbagai proyek kreatif dengan nilai utama kreativitas.

Sebaiknya Anda hindari menulis keahlian atau pengalaman yang terlalu umum dan tidak terukur hasilnya, karena ini tidak cukup untuk membuat rekruter terkesan.

Pengalaman Kerja

Pada bagian pengalaman kerja di CV, cantumkan seluruh riwayat profesional yang pernah dijalani, baik dalam bentuk pekerjaan penuh waktu, paruh waktu, pekerjaan lepas (freelance), maupun pengalaman magang. Agar mudah dipahami oleh rekruter, urutkan pengalaman kerja Anda mulai dari yang paling baru hingga yang paling lama. Pastikan juga menonjolkan pengalaman yang paling sesuai dengan posisi fotografer, terutama yang menunjukkan keterampilan teknis atau pengetahuan industri relevan.

Dalam mendeskripsikan setiap pengalaman kerja, jelaskan jobdesc dan pencapaian yang berhasil diraih. Gunakan angka sebagai indikator keberhasilan, seperti peningkatan penjualan, jumlah klien, dan lainnya. Tulislah secara ringkas dalam bullet points, berkisar 3-5 poin saja.

Intinya, yang membuat pengalaman kerja Anda menonjol adalah sejauh mana Anda bisa menunjukkan kontribusi yang terbukti nyata. Hubungkan pengalaman dengan kata kunci atau keahlian yang diminta di lowongan yang sedang Anda lamar. Ini dia contoh penulisan pengalaman kerja yang baik di dalam CV fotografer dan bisa jadi referensi saat menyusun CV Anda.

Contoh yang baik:

Fotografer Profesional, Januari 2023 - Sekarang
PT Lensa Profil Kreatif, Surabaya

  • Menghasilkan portofolio foto pernikahan dengan kepuasan klien rata-rata 98%.
  • Mendapatkan penghargaan Foto Travel Terbaik di Festival Foto Internasional 2022.
  • Menerbitkan kolom foto harian di majalah Tempo selama 6 bulan berturut-turut.

Contoh yang salah:

Fotografer Profesional, Januari 2023 - Sekarang
PT Lensa Profil Kreatif, Surabaya

  • Mengelola sesi pemotretan komersial dengan standar profesional yang diharapkan oleh klien.
  • Mengkoordinasikan persiapan peralatan dan pengaturan lokasi sesuai arahan umum tim produksi.
  • Menangani pemrosesan gambar pascaproduksi menggunakan metode standar industri tanpa tolok ukur spesifik.

Anda juga dapat melihat contoh penulisan pengalaman kerja yang kurang baik di atas karena kurang mencerminkan pencapaian spesifik. Sebab, penjelasannya terlalu datar. Tidak menunjukkan keunikan pengalaman Anda, tidak ada hasil yang bisa diukur, sehingga terkesan kurang relevan dengan posisi yang dilamar.

Portofolio

Portofolio adalah bukti konkret dari karya, seni, atau hasil kerja Anda. Biasanya dibutuhkan untuk posisi di bidang kreatif seperti desain grafis, content writing, hingga digital marketing.

Cara mencantumkan portofolio di CV fotografer adalah dengan menuliskan link website portofolio, Google Drive, atau platform lain yang Anda gunakan, lengkap dengan deskripsi seperti jenis proyek atau peran Anda dalam proyek tersebut. Buatlah bagian portofolio yang terpisah agar tampilannya lebih jelas dan informatif.

Pendidikan

Riwayat pendidikan di CV menunjukkan perjalanan akademis yang sudah Anda jalani dan kualifikasi formal Anda, termasuk rincian gelar dan bidang/jurusannya.

Saat melamar ke posisi fotografer, gelar formal umumnya tidak terlalu dibutuhkan. Akan tetapi, meski gelar formal tidak wajib, rekruter akan tetap memperhitungkan riwayat pendidikan non-formal terutama yang dapat mengasah skill penggunaan adobe lightroom profesional dan pengoperasian kamera DSLR profesional, atau sertifikasi Certified Professional Photographer yang membuktikan bahwa Anda tetap punya pengetahuan & skill yang dibutuhkan di bidang seni rupa.

Tuliskan dengan format kronologi terbalik agar rekruter langsung melihat pendidikan terakhir Anda. Cantumkan detail lengkap seperti nama institusi, jurusan, gelar, IPK atau nilai rapor, serta tahun masuk dan lulus. Jika relevan, tambahkan prestasi, mata kuliah inti, atau penghargaan akademis.

Terakhir, jika masih ada banyak ruang kosong, Anda juga bisa menuliskan prestasi atau penghargaan akademis dalam format bullet points agar lebih mudah dibaca oleh rekruter.

Sarjana Desain Komunikasi Visual, 2018 - 2021
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Keterampilan

Menunjukkan skill di CV seperti penguasaan teknik pencahayaan studio dan ketelitian dalam komposisi visual sangatlah penting, karena itu merupakan beberapa keterampilan utama yang sering dicari perusahaan untuk posisi fotografer. Dua jenis skill yang harus tercantum dalam CV adalah hard skill dan soft skill. Apa perbedaan antara keduanya serta seperti apa contohnya? Ini dia penjelasannya.

Hard Skills

Hard skill adalah kemampuan teknis yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjan. Tiap pekerjaan memerlukan hard skill yang berbeda-beda, tapi umumnya kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan software, tools, atau metode tertentu. Mencantumkan hard skill tidak bisa sembarangan. Pastikan skill yang Anda tulis benar-benar berkaitan dengan posisi fotografer, terutama jika posisi tersebut sudah di level senior atau spesialis. Sebenarnya, mencantumkan 3-5 hard skill saja sudah cukup, tapi sesuaikan juga dengan detail lowongan kerja. Letaknya biasanya setelah bagian pengalaman kerja untuk memperkuat relevansi keduanya.

Perlu diingat bahwa perusahaan mencari hard skill yang sesuai dengan kebutuhan di industri seni rupa. Jadi, hard skill yang dianggap menarik tentunya yang mereka cari dalam lowongan.

Nah, berikt ini adalah beberapa hard skill yang banyak dicari untuk menjadi seorang fotografer.

  • Penguasaan teknik pencahayaan studio
  • Pengoperasian kamera DSLR profesional
  • Pemahaman aturan komposisi visual

Soft Skills

Soft skill adalah kemampuan interpersonal atau karakter pribadi yang membantu Anda berkomunikasi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri sebagai seorang fotografer. Soft skill berperan melengkapi hard skill, dan sering dijadikan tolok ukur oleh rekruter untuk menilai etos kerja serta kemampuan Anda dalam menyelesaikan tugas.

Relevansi tetaplah penting. Soft skill di CV yang sesuai dengan posisi yang dilamar biasanya memberi nilai tambah di mata HR. Karena itu, penting untuk mencantumkan soft skill yang spesifik atau yang secara jelas dicantumkan dalam lowongan.

Berikut ini daftar soft skill yang sering dicari untuk posisi fotografer.

  • Ketelitian dalam komposisi visual
  • Kemampuan komunikasi interpersonal
  • Kreativitas dalam sudut pandang

Tips Ahli:

Font yang konsisten dan tata letak yang runtut membuat CV lebih mudah dipahami, sementara detail berlebihan atau warna mencolok bisa mengalihkan perhatian perekrut, menurut Universitas Ahmad Dahlan. (1)

Sertifikasi, Kursus, dan Lisensi

Sertifikasi maupun lisensi merupakan indikator bahwa Anda telah memiliki keahlian sebagai seorang fotografer sesuai standar tertentu, dan telah melalui proses pelatihan atau pendidikan yang diakui. Adanya sertifikasi dalam CV bisa menjadi nilai plus dan bukti konkret bahwa Anda kompeten di bidang seni rupa. Pastikan sertifikasi yang Anda sertakan ada kaitannya dengan skill yang dicari, atau relevan dengan bidang industri atau posisi yang Anda tuju.

Berikut ini beberapa jenis sertifikasi yang umumnya sesuai dengan posisi fotografer dan cara menulisnya di CV.

  • Certified Professional Photographer, 2023
  • Adobe Certified Expert Photoshop, 2023
  • Pelatihan Fotografi Dasar, 2023

Kemampuan Bahasa

Menuliskan kemampuan bahasa di CV sangatlah direkomendasikan untuk semua profesi, termasuk seorang fotografer. Jadi, tidak hanya yang berkaitan langsung dengan penerjemahan, penulisan, atau pekerjaan lintasnegara. Kemampuan bahasa asing bisa menunjukkan pada rekruter bahwa Anda siap bekerja di lingkungan internasional & multikultural.

Anda dapat menjelaskan kemampuan bahasa asing di CV dengan beberapa cara. Cara paling sederhana adalah deskripsi seperti di bawah ini:

  • Bahasa Inggris: Lancar
  • Bahasa Spanyol: Menengah

Sebagai alternatif, Anda bisa mencantumkan standar internasional yang umum digunakan, yaitu Common European Framework of Reference (CEFR). Jika menggunakan standar ini, skill bahasa Anda dikategorikan seperti berikut:

  • A1: Beginner
  • A2: Elementary
  • B1: Intermediate
  • B2: Upper intermediate
  • C1: Advanced
  • C2: Proficiency
Jangan lupa kunjungi artikel lainnya untuk panduan lebih lengkap seputar persiapan berkas lamaran kerja:

Bagian Pendukung Lainnya

Terdapat beberapa informasi pelengkap yang bisa ditambahkan ke CV untuk memberikan kesan yang lebih kuat kepada rekruter. Tambahkan informasi berikut ini hanya jika relevan dengan posisi yang Anda lamar atau ketika masih ada ruang kosong di CV Anda.

Hobi dan Minat

Menambahkan hobi di CV bisa menjadi poin plus jika hobi tersebut mencerminkan keterampilan yang relevan dengan bidang seni rupa atau posisi yang dilamar. Ini juga bisa membuat Anda lebih menonjol dibanding kandidat lain. Jika Anda masih belum punya pengalaman kerja, atau ketika melamar ke posisi magang, bagian ini bisa membantu menunjukkan potensi Anda. Namun, hobi yang terlalu umum atau tidak relevan sebaiknya dihindari agar CV fotografer tetap fokus dan profesional.

Prestasi dan Penghargaan

Letakkan prestasi dan penghargaan di bagian tersendiri dalam CV agar rekruter mudah menemukannya. Jobseeker punya fitur khusus untuk bantu Anda membuat bagian ini lebih menarik perhatian rekruter, lho. Anda bisa memasukkan pencapaian selama studi atau pengalaman kerja yang menunjukkan ambisi, dedikasi, dan kelebihan diri Anda.

Volunteer

Volunteer dalam CV bisa menambah citra positif karena menunjukkan bahwa Anda merupakan seorang fotografer yang inisiatif, peduli terhadap orang lain, dan punya semangat kolaborasi. Untuk hasil maksimal, pilih pengalaman yang sesuai dengan bidang kerja yang Anda lamar. Format penulisannya bisa mengikuti struktur pengalaman kerja, lengkap dengan nama organisasi, posisi, durasi, dan deskripsi tanggung jawab Anda.

Temuan Data:

Jika Anda ingin menambahkan foto di CV, pastikan HR tahu alasannya. Misalnya, lowongan memang mewajibkan adanya foto. Sebagian HR tidak masalah dengan gambar di CV jika memang relevan, sedangkan 46% di antaranya masih lebih suka CV yang hanya berisi teks. (2)

Kata Kerja Profesional untuk CV Fotografer

Salah satu hal yang menentukan deskripsi pengalaman kerja terdengar menarik atau biasa saja adalah penggunaan kata kerja di CV fotografer. Pemilihan kata kerja yang tepat dapat memberikan kesan lebih kuat, profesional, dan berdampak. Agar kontribusi Anda terlihat lebih jelas, hindari kata seperti "Bertanggung jawab atas". Gunakan mengedit, menyusun, atau kata kerja lain yang direkomendasikan berikut ini.

  • Memotret
  • Mengabadikan
  • Mengatur
  • Mengedit
  • Menyusun
  • Menyesuaikan
  • Mendokumentasikan
  • Mengomunikasikan
  • Mendesain
  • Mengoptimalkan

Contoh CV Fotografer

Anda sudah memahami berbagai bagian penting dari CV fotografer, cara menuliskannya, dan contohnya satu per satu. Yuk, lihat contoh CV lengkap berikut sebagai gambaran bagaimana menyusun dokumen lamaran yang padat dan profesional.

Nugroho Saputra
Fotografer Senior Spesialis Fotografi Komersial

Jl. Melati No. 12, RT.005/RW.003, Kel. Manggarai Selatan, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12870

nugroho-saputra@example.com

(111) 222 33 444 55

linkedin․com/in/nugroho–saputra–123

Fotografer profesional dengan pengalaman 4 tahun di fotografi potret dan produk. Meningkatkan portofolio klien sebesar 30% lewat konsep kreatif. Lulusan Sarjana Desain Komunikasi Visual yang berorientasi pada detail.

Pengalaman Kerja

Fotografer Profesional

2023

-

2026

PT Cahaya Fotografi (Bandung)

  • Memotret rangkaian pernikahan selebritas dengan hasil terpilih sebagai sampul editorial Majalah Vogue Indonesia.
  • Memenangkan penghargaan Fotografer Muda Terbaik pada Festival Foto Nasional atas dokumentasi budaya lokal di Sulawesi Selatan.
  • Memimpin proyek liputan satwa langka di Taman Nasional Komodo yang dipublikasikan di National Geographic Indonesia edisi September 2023.
Pendidikan

Sarjana Desain Komunikasi Visual

2018

-

2021

Universitas Indonesia (Depok)

Keahlian
  • Penguasaan teknik pencahayaan studio

  • Pengoperasian kamera DSLR profesional

  • Pemahaman aturan komposisi visual

Kualifikasi
  • Ketelitian dalam komposisi visual

  • Kemampuan komunikasi interpersonal

  • Kreativitas dalam sudut pandang

Sertifikat
  • Certified Professional Photographer

  • Adobe Certified Expert Photoshop

Bahasa
  • Bahasa Indonesia - Penutur asli

  • Bahasa Inggris - Tingkat lanjutan

Jika Anda punya banyak pengalaman namun ingin memaksimalkannya dalam 1 halaman, lihat contoh CV profesional kami untuk inspirasi.

Tips Membuat CV yang Menarik Perhatian Rekruter

Tips penting yang perlu dilakukan:

  • Perhatikan layout dan format CV, gunakan gaya konsisten agar tampilannya profesional dan mudah dipindai.
  • Sesuaikan CV dengan posisi fotografer, tulis pengalaman & keahlian yang sesuai dengan info loker.
  • Buat CV seefisien mungkin. Langsung ke poin penting tanpa banyak basa-basi informasi yang tak perlu.
  • Gunakan statistik atau ukuran keberhasilan kuantitatif untuk membuat CV Anda lebih meyakinkan.
  • Mulailah setiap poin pengalaman kerja dengan kata kerja aktif yang mencerminkan aksi nyata Anda.

Yang kurang direkomendasikan:

  • Jaga privasi dan data sensitif Anda, hindari membagikan informasi pribadi seperti status pernikahan atau agama di CV.
  • Jangan tulis hobi yang tak mendukung karier atau posisi fotografer, pilih yang masih ada kaitannya.
  • Hindari kalimat pasif seperti “bertanggung jawab", fokus pada kata kerja aktif yang lebih berdampak.
  • Jangan berbohong. Mengarang pengalaman kerja bisa menghancurkan kepercayaan rekruter.
  • Jangan gunakan istilah sulit dan tidak ada kaitannya dengan posisi fotografer.

Cara Membuat CV Fotografer ATS-friendly

Applicant Tracking System (ATS) merupakan perangkat lunak yang digunakan perusahaan untuk memfilter CV secara otomatis sebelum masuk ke tahap seleksi HR. Sistem ATS bekerja dengan mencocokkan kata kunci dari lowongan kerja dengan informasi yang ada di CV seperti pengalaman, pendidikan, dan keterampilan.

CV yang tidak cocok akan langsung tersisih. Agar CV Anda tidak tereliminasi, simak panduan membuat CV fotografer yang ATS-friendly berikut ini.

  • Buatlah CV dengan format yang simpel dan terstruktur. Hindari penggunaan tabel, elemen visual, foto, atau desain rumit karena ATS hanya membaca teks.
  • Hindari font aneh atau yang seperti hiasan. Gunakan font profesional seperti Calibri atau Times New Roman agar bisa terbaca dengan baik oleh sistem.
  • Sertakan kata kunci dari deskripsi lowongan fotografer, terutama di bagian pengalaman kerja dan keterampilan.
  • Simpan dokumen CV dalam format yang aman untuk dibaca ATS, seperti PDF atau DOCX.
  • Susun CV Anda dengan heading yang jelas seperti "Pengalaman Kerja", "Pendidikan", dan "Keterampilan" agar sistem bisa mengenali isi dokumen.

Jika membuat CV ATS terasa rumit, coba gunakan template CV dari Jobseeker yang bisa membantu Anda menyusunnya lebih cepat dan praktis!

Kunci Keberhasilan Saat Membuat CV Fotografer

Membuat CV yang efektif sangat penting untuk meningkatkan peluang Anda lolos seleksi sebagai seorang fotografer dan menarik perhatian perekrut. Sebelum dikirim, pastikan CV mudah dibaca, lengkap dengan pengalaman dan keterampilan yang relevan, serta mengikuti standar ATS-friendly.

Agar proses membuat CV lebih cepat dan praktis, Jobseeker menyediakan tools khusus dengan berbagai pilihan template profesional. Langsung coba, yuk!

FAQ

Apakah wajib menambahkan foto di CV fotografer?

Tidak semua CV harus menyertakan foto, kecuali lowongan pekerjaan secara eksplisit memintanya. Untuk memastikan CV fotografer Anda lolos sistem ATS, lebih baik hindari memasukkan foto yang berpotensi menghambat pemindaian.

Solusinya, cukup sertakan link LinkedIn yang aktif dan profesional agar rekruter bisa melihat profil Anda secara lengkap.

Bagaimana cara membuat surat lamaran kerja untuk posisi fotografer?

Surat lamaran kerja berfungsi sebagai pengantar dan pelengkap CV, sekaligus memberi kesan pertama pada rekruter. Karena itu, surat lamaran perlu disusun secara khusus sesuai posisi yang dilamar, bukan satu template untuk semua lowongan.

Susun surat lamaran fotografer dalam tiga bagian utama: awali dengan perkenalan, lanjutkan dengan rangkuman pengalaman dan pencapaian terbaik, lalu tutup dengan harapan untuk dihubungi atau diberi kesempatan interview.

Jobseeker menyediakan beragam contoh surat lamaran kerja yang bisa Anda pelajari untuk memudahkan proses penulisan.

Anda juga bisa mengakses template surat lamaran kerja profesional dari kami untuk memperkuat berkas lamaran Anda.

Bagaimana cara membuat CV fotografer tanpa pengalaman kerja?

Saat belum punya pengalaman kerja, Anda bisa menonjolkan pendidikan, keterampilan, kegiatan organisasi, volunteer, atau magang dalam CV.

Pada bagian deskripsi singkat tentang diri Anda, tunjukkan semangat belajar, ketertarikan di bidang tertentu, dan kelebihan Anda.

Tujuannya adalah menunjukkan bahwa Anda tetap memiliki kemampuan yang relevan dengan pekerjaan fotografer dan kesiapan meski belum pernah bekerja secara profesional.

Bagaimana cara membuat headline untuk CV fotografer yang menarik?

Headline pada CV membantu memperkenalkan siapa Anda secara profesional dalam satu kalimat ringkas, sehingga bisa jadi penentu kesan palng awal.

Menulis "fresh graduate" atau "jobseeker" saja tidak cukup untuk menarik perhatian HRD karena kurang spesifik. Tampilkan pendidikan, pengalaman, dan level profesional Anda agar lebih standout.

Jaga headline tetap singkat dan tajam, cukup 4-5 kata agar impactful.

Di bawah ini adalah contoh headline CV fotografer yang dikategorikan berdasarkan pengalaman kerja:

  • Fotografer Pemula Kreatif Dan Antusias
  • Fotografer Senior Spesialis Fotografi Komersial
  • Fotografer Senior Spesialis Acara Korporat

Referensi:

  1. Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Membuat CV yang Otomatis Dilihat HRD
  2. Jobseeker, Tren & Statistik HR
Bagikan via:
Penulis

Seorang digital content writer dengan 4+ tahun pengalaman di industri edutech dan rekrutmen. Berpengalaman membuat berbagai format konten, ia berkomitmen menciptakan tulisan yang tidak hanya bernilai bagi audiens, tetapi juga berdampak positif bagi bisnis.

Buat rekruter terkesan dengan CV Anda.

Panduan langkah demi langkah untuk membuat CV profesional dalam hitungan menit.

Baca lebih lanjut